Asing Masih Minati SUN

Asing Masih Minati SUN

- detikFinance
Sabtu, 20 Sep 2008 11:03 WIB
Asing Masih Minati SUN
Jakarta - Kepemilikan asing pada instrumen surat utang pemerintah (SUN/Surat Utang Negara) masih stabil. Guncangan yang terjadi pada perekonomian global dengan jatuhnya lembaga-lembaga keuangan besar di AS belum membuat investor asing melepaskan kepemilikannya atas SUN pemerintah.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Sabtu (20/9/2008).

"Porsi asing masih sekitar 20%, jadi nggak ada penurunan yang signifikan, karena mereka akan rugi jika melepas SUN mereka sekarang, apalagi kalau dijual murah. Mereka juga masih melihat posisi ekonomi Indonesia masih bagus," ucap Rahmat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat mengatakan investor tidak perlu khawatir harga SUN jatuh karena Lehman Brothers yang bangkrut juga merupakan stakeholder SUN. "Kepemilikan SUN valas Lehman Brothers relatif kecil, berdasarkan data pembelian di pasar perdana sementara untuk rupiah dari data BI tidak terlihat," ujarnya.

Selain itu, Rahmat menjelaskan pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada Lehman Brothers bahwa kepemilikan mereka dari SUN tidak signifikan jumlahnya. "Dan saat ini mereka belum boleh menjual SUN-nya. Jadi kepemilikan Lehman atas SUN kecil dan mereka tidak boleh trading, jadi disimpan saja," jelasnya.

Sementara untuk AIG, Rahmat mengatakan, perusahaan asuransi tersebut juga memegang obligasi global pemerintah dengan jumlah yang minimal. "Sementara untuk SUN rupiah, mereka pegang sekitar RP 2 triliun yang terbagi di beberapa entitas karena AIG juga mengelola DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) di beberapa perusahaan besar," katanya.

Rahmat mengakui Lehman Broher dan AIG merupakan 2 dari banyak investor institusi asing yang memiliki SUN rupiah dan valas. "Mengingat SUN merupakan salah satu instrumen investasi yang sangat menarik, maka investasi dari SUN merupakan bagian dari strategsi diversifikasi portofolionya, sehingga jumlah yang mereka beli relatif kecil," tuturnya.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads