Rencana Penyelamatan Finansial AS Telan US$ 700 M

Rencana Penyelamatan Finansial AS Telan US$ 700 M

- detikFinance
Minggu, 21 Sep 2008 10:14 WIB
Rencana Penyelamatan Finansial AS Telan US$ 700 M
Jakarta - Pemerintah AS melalui Departemen Keuangan mengajukan rancangan penyelamatan krisis finansial senilai US$ 700 miliar pada Kongres, Sabtu malam (20/9/2008). Pengajuan dana sebesar ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Departemen Keuangan telah mengajukan rancangan peraturan kepada Kongres untuk meminta persetujuan membeli aset-aset bermasalah dari lembaga finansial dalam rangka menjaga stabilitas pasar, membantu melindungi masyarakat AS dan ekonomi AS," demikian pernyataan Departemen Keuangan AS yang dikutip AFP, Minggu (21/9/2008).

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk pembelian aset-aset yang berhubungan dengan gadai rumah hunian dan komersial, termasuk surat berharga yang berbasis gadai dan keseluruhan utang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Departemen Keuangan juga menuturkan, dengan mempertimbangkan ketidakstabilan krisis yang terjadi, Menteri Keuangan AS Henry Paulson setelah berkonsultasi dengan Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernake, memiliki wewenang untuk membeli aset-aset lain yang dianggap layak untuk menstabilkan pasar finansial secara efektif.

"Pemindahan aset-aset bermasalah akan mulai memulihkan kekuatan sistem finansial kita sehingga kita dapat membiaya lagi pertumbuhan ekonomi," demikian pernyataan dari Depkeu AS.

Penghitungan aset-set 'beracun' yang berhubungan dengan mortgage ---yang nilainya telah anjlok dalam sejarah real estate AS---- akan diselesaikan melalui mekanisme pasar yang memungkinkan sepert lelang berbalik.

Sementara itu,seperti dilansir Reuters, jika rencana ini disetujui, maka Menkeu AS Henry Paulson akan memiliki kekuasaan yang sangat besar dan keputusannya tidak akan ditinjau oleh pengadilan manapun.

Agar diizinkan menyelamatkan pasar finansial, batasan utang pemerintah AS akan dinaikkan dari US$ 10,615 triliun menjadi US$ 11,315 triliun.
(lih/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads