Provisi BNI Melebihi 100 Persen

Provisi BNI Melebihi 100 Persen

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2008 11:58 WIB
Provisi BNI Melebihi 100 Persen
Jakarta - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) terus menaikkan pencadangan (provisi) sampai di atas 100 persen pada tahun ini. Provisi PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sudah melebihi 100 persen, tepatnya 107 persen.

Hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Kantor Kementerian BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/9/2008).

"dana provisi kami sampai saat ini sudah mencapai 107 persen, sampai akhir tahun yang penting bisa dipertankan diatas 100 persen," ujarnya di Jakarta, Selasa (23/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun Gatot tidak menjelaskan berapa dana yang disiapkan untuk membentuk provisi sebesar 107 persen itu.
Perseroan masih akan berusaha untuk terus meningkatkan dana cadangannya hingga mencapai 110 persen di penghujung tahun. "Di atas 100 persen itu sudah aman tapi kami coba terus hingga mencapai 110 persen," jelasnya.

Ia menambahkan, bank plat merah tersebut tahun depan akan tetap meningkatkan provisi supaya dengan kondisi apapun BNI tetap aman. "Coba kalau tidak dinaikan dengan kondisi pasar kayak gini pasti berat untuk kinerja BNI," ungkapnya.
 
Gatot mengatakan, akhir tahun ini laba BNI tidak akan mengalami penurunan seperti yang terjadi pada laba bersih semester pertama 2008. Menurutnya, waktu itu laba perseroan terpangkas akibat butuh dana yangg harus diambil dari laba bersih guna meningkatkan provisi 15 persen ke 100 persen.
 
"Tapi kalau provisi sudah 100 persen seperti sekarang, kami bisa develop laba lagi," katanya.

Ia mengaku, target kredit perseroan hingga akhir tahun tidak akan direvisi. Diperkirakan kredit yang diberikan sampai akhir tahun 2008 mencapai Rp 107 triliun.
 
Mengenai restrukturisasi utang PT Semen Bosowa sebesar Rp 500 miliar, Gatot menjelaskan, perjanjiannya sudah selesai beberapa waktu yang lalu dan Bosowa sudah mulai mencicil. Utangnya akan terus dibayar hingga 2012 dengan bunga komersil.

"Nanti utangnya juga bisa dilunasi dari tambahan dana hasil IPO (initial public offering), bisa juga dibayar dari hasil penjualan semen karena harga semen saat ini sedang bagus," imbuhnya.

Sedangkan mengenai rencana green shoe BNI, Gatot tidak berkomentar apa-apa. Menurutnya rencana tersebut tergantung pada pemegang saham mayoritas, yaitu pemerintah. "Tanya sama menteri saja," ujarnya. (ang/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads