"Penukaran uang pecahan kecil Rp 20 ribu ke bawah sejak awal puasa, 1 September hingga hari ini mengalami peningkatan signifikan," kata Kepala BI Yogyakarta, Tjahjo Oetomo kepada wartawan di kantor Jl Senopati Yogyakarta, Selasa (23/9/2008).
Menurut Tjahjo, uang baru atau uang dengan kualitas Hasil Cetakan Sempurna (HCS) ituΒ biasanya diberikan untuk salam tempel kepada keluarga, sanak saudara atau kaum dhuafa di hari lebaran. Sedang untuk kantor/instansi dan perusahaan swasta diberikan sebagai THR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan selama bulan puasa dari tanggal 1-22 September, penukaran uang pecahan Rp 20 ribu ke bawah tercatat Rp 4 miliar. Sedang masyarakat yang datang menukarkan sebanyak 4.308 orang. Pada sisa 3 hari waktu penukaran tanggal 23-25 September akan meningkat hingga Rp 15 miliar.
"Penukaran selama bulan puasa 2008 mencapai Rp 55 miliar atau meningkat 12,73 persen dibanding tahun 2007 sebesar Rp 49 miliar," katanya.
Selain penukaran langsung di kantro BI kata Tjahjo, penarikan uang melalui di bank umum selama puasa mencapai Rp 572 miliar. Penarikan oleh bank umum masih akan dilayani kantor BI Yogyakarta hingga tanggal 29 September 2008.
"Setelah tanggal 25 September, kita akan melayani penukaran uang kembali seperti sediakala mulai tanggal 6 Oktober," katanya.
Tjahjo menambahkan kegiatan kliring juga meningkat dibandingkan dengan kondisi normal. Tahun 2008 ini, rata-rata nominal kliring per hari hingga menjelang lebaran meningkat sebesar 5,23 persen dari 32 miliar/hari pada kondisi normal menjadi Rp 34 miliar/hari hingga menjelang lebaran. Sedangkan warkat mengalami penurunan sebebasr 3,76 persen dari 1.608 lembar/hari mnjadi 1.548 lembar/hari menjelang lebaran.
(bgs/qom)











































