Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan dengan situasi pasar yang belum stabil, pemerintah akan memanfaatkan semaksimal mungkin momentum pasar dalam penerbitan obligasi global.
"Mungkin akan ada perubahan strategi dalam penerbitan global bond, selama ini kita roadshow baru transaksi, dengan adanya roadshow bahwa market sudah tahu kita akan jual obligasi dan melakukan deal roadshow, akhirnya kita kadang-kadang kehilangan momentum karena pasar sudah siap-siap dan membuat srtategi untuk mendapatkan keuntungan dari deal ini," urainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun perubahan ini, menurut Rahmat tidak berarti pemerintah tidak melakukan roadshow kepada investornya, roadshow tetap dilakukan tapi sifatnya non deal roadshow.
"Kita secara reguler mengunjungi investor kita dan rating agency dan lembaga-lembaga penelitian di AS, Eropa atau di Asia, sehingga kalau kita melihat ada peluang dan kita tahu bahwa window of opportunity itu sempit sekali, market hanya bergairah 1-2 hari atau paling lama seminggu," katanya.
Rahmat mengatakan perkembangan pasar keuangan saat ini sangat rentan karena volatilitasnya yang cukup tinggi. "Maka begitu ada peluang untuk menerbitkan kita langsung masuk, jadi dalam satu hari kita sudah bisa deal," jelasnya.
Untuk tahun depan, pemerintah akan tetap menerbitkan obligasi global sebagai salah satu instrumen pembiayaan defisit anggaran.
"Tetap kita terbitkan global bond tapi sebagai komplementer penerbitan di dalam negeri. Kita tetap utamakan penerbitan di dalam negeri karena kita memperkuat basis investor di dalam negeri. Pembelian SUN oleh investor asing sangat cepat, kita tidak bisa melarang mereka dan satu-satunya dengan memperkuat basis pasar domestik, dengan penerbitan obligasi ritel baik sukuk ritel maupun ORI," paparnya. Β
(dnl/qom)











































