Meski begitu, Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan sampai saat ini jadwal penerbitan sukuk global masih on the track.
"Sementara masih on the track jadwalnya itu kan. Tentunya kita sedang mengamati perkembangan global, tentu mencari timing yang tepat. jadwalnya belum berubah, akhir Oktober. Tapi semuanya itu bisa berubah tergantung keputusan pimpinan (Menteri Keuangan), saya hanya melapor kapada Ibu Menteri dan Ibu Menteri akan memutuskan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau penerbitan obligasi dan lain-lain kita akan terus menerus lihat suasana. Pokoknya target atau suasana penyerapan APBN akan kita monitor dengan sangat detail," ujarnya Menkeu.
Rahmat mengatakan untuk sukuk global ini sasaran pemerintah adalah investor di Timur Tengah. "Di sana kondisi pasarnya relatif lebih baik dari di AS, dan mereka setelah kita non deal roadshow akhir Juni kemarin menunjukan minat yang cukup besar," ujarnya.
Untuk sukuk global ini, underlying asset yang tersisa adalah sekitar Rp 12 triliun, dan ini bisa menjadi target dalam penerbitan sukuk global. (dnl/ir)











































