Hal tersebut disampaikan Bambang Soesatyo, Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Kamis (25/9/2008).
"BI pun ingin menjaga keseimbangan dalam sistem perbankan kita. Pertumbuhan kredit yang begitu cepat memang berisiko jika tidak diimbangi dengan menyedot dana masyarakat melalui mekanisme tabungan (DPK)," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika perbankan mendongkrak suku bunga deposito bisa melahirkan tafsir yang bukan-bukan, saat ini ada perbankan yang berani memasang bunga deposito hingga 14 persen meskipun dengan jumlah dana disimpan yang besar pula.
"Masyarakat akan berasumsi perbankan kita menghadapi masalah likuiditas sehingga berani bayar mahal Dana Pihak Ketiga," ujarnya.
Bunga deposito yang tinggi pun akan mendongkrak suku bunga kredit, baik untuk modal kerja atau investasi baru. "Ini tidak kondusif bagi dunia usaha," ujarnya.
(ddn/qom)











































