Portofolio Lehman di Indonesia

Portofolio Lehman di Indonesia

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 17:09 WIB
Portofolio Lehman di Indonesia
Jakarta - Lehman Brothers sudah menyatakan diri bangkrut dengan menanggung utang hingga sekitar US$ 600 miliar. Di Indonesia ternyata Lehman banyak melakukan investasi di perusahaan terbuka.

Seperti dikutip dari riset PT Ciptadana Securities, Kamis (25/9/2008) menyebutkan Lehman telah menjadi kreditor asing untuk PT Bakrie & Brothers (BNBR), Gajah Tunggal Group, Davomas, Jakarta Setiabudi, Intikeramik Group dan Global Mediacom/MNC Group.

Jejak Lehman di Indonesia, pertama kali ketika menjadi kreditor asing PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). Lehman masuk ke BNBR setelah keluarga Bakrie berhasil kembali menjadi pengendali di perusahaan itu. Lehman pernah memiliki 1,74% saham BNBR di tahun 2003.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu aktivitas Lehman di Indonesia berkurang, dan baru beberapa tahun belakangan Lehman kembali aktif menjalani aksinya di beberapa perusahaan besar dan menggandeng Bhakti Group sebagai partnernya.Β Β  Β 

MNC/Global MediacomΒ 

1. Lehman Brothers Commercial Corp Asia Ltd pada 18 Desember 2007 menyediakan fasilitas pinjaman US$ 75 juta ke PT MNC Sky Vision (MNCSV), perusahaan yang 51% sahamnya dimiliki PT Global Mediacom Tbk (BMTR). Fasilitas pinjaman itu berjangka waktu 44 bulan dengan bunga LIBOR + 2%. Dana itu digunakan MNCSV untuk ekspnasi ke bisnis televisi berbayar Indovision.

Jaminan atas pinjaman tersebut adalah:



  • Saham sebanyak 2,27 miliar unit saham MNCSV dengan nilai Rp 227 miliar.
  • Saham di PT Media Citra Indostar yang dimiliki PT Datakom Asia senilai Rp 68 miliar.
  • Saham sebanyak 893 miliar saham BMTR senilai Rp 89 miliar. Namun nilai saham BMTR itu kini menjadi Rp 406 miliar dengan harga saham sekarang Rp 455 per saham.Β Β Β Β Β Β Β Β  Β 

Namun Ciptadana mengatakan belum jelas siapa yang aka mengambilalih fasilitas pinjaman tersebut dan bagaimana nasib jaminannya.

2. Sementara Bhakti juga memberikan pinjaman ke PT Mobile-8 Telecom (FREN) senilai US$ 45 juta yang di dalamnya ada likuiditas dari Lehman. Namun dalam laporan keuangan FREN semester I-2008 disebutkan fasilitas tersebut sudah dijaminkan.

3. Lehman juga menyediakan fasilitas pinjaman US$ 70 juta untuk FREN di tahun 2006, namun FREN telah melunasi pinjaman tersebut beserta bunganya yang senilai US$ 1,6 juta di bulan Agustus 2007.

4. Pada 25 Januari 2008, FREN dan Lehman Brothers Opportunity Ltd (LBOL) mengubah perjanjian waran dari semula jatuh tempo 29 November 2006 di perpanjang hingga 29 Juli 2008. Pada saat yang sama FREN menerbitkan waran untuk LBOL berupa sertifikat yang bisa ditukar dengan saham sebanyak 111,368 juta atau sekitar 2,227 miliar saham. Nilai saham itu di pasar saat ini mencapai Rp 177 miliar.

5. Pada 8 Agustus 2007, FREN ikut serta dalam perjanjian swap dengan Lehman Brothers Special Financing dengan jangka waktu sampai 1 Maret 2013 yang jumlahnya sekitar US$ 100 juta, dimana FREN setuju untuk membayar bunga tetap 10,45%. Pada Desember 2007, nilai instrumen derivatif itu mencapai sekitar US$ 299,212 juta atau Rp 2,8 triliun.

Bhakti kemungkinan akan mendapatkan diskon yang signifikan atas fasilitas pinjaman itu ketika jatuh tempo karena Lehman sudah dinyatakan bangkrut.

Davomas


Pada Mei 2006, Davomas ikut serta dalam perjanjian kontrak swap dengan Lehman sekitar US$ 50 juta dan Davomas setuju untuk membayar bunga tetap 9,28% hingga 2011.

Per 31 Agustus 2008, Lehman memiliki saham di PT Davomas Abadi Tbk sebanyak 1,377 miliar atau 11,11%. Kepemilikan Lehman di Davomas naik tajam dari posisi Juni 2007 yang sebesar 6,37% atau 789 juta saham. Nilai investasi saham Lehman di Davomas saat ini sekitar Rp 168 miliar.

Intikeramik Alam Asri Industri (IKAI)

Produsen keramik IKAI semula berencana mengambil fasilitas pinjaman dari Lehman senilai US$ 22 juta. Namun IKAI membatalkan itu karena tidak menyepakati soal perjanjian waran. IKAI akhirnya berpaling ke investor lokal PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF).

Gajah Tunggal


Lehman terlibat dalam penerbitan obligasi PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL) senilai US$ 325 juta. Selain itu Lehman dan Citicorp setuju untuk melakukan restrukturisasi dua surat utang yang dikeluarkan Polychem Indonesia, yang merupakan perusahaan afiliasi dengan Gajah Tunggal Group yang nilainya pada tahun lalu sekitar US$ 102 juta.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads