Hal ini dikatakan oleh Ketua Tim Sistem Keuangan Bank Indonesia Mubarakah dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, JumatΒ (26/9/2008).
"BI inikan merupakan lembaga non profit oriented, jadi yang jadi pertimbangan kita di dalam meletakkan portofolio adalah security (keamanan)," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kita selalu menanamkannya pada surat berharga yang rating-nya bagus, seperti AAA. Sebab hal ini juga dipantau, seperti oleh BPK," ujarnya.
Dikatakannya, BI pernah investasi kepada surat berharga di AS namun jumlahnya sedikit. "BI kan selalu pantau pasar, dan kita sudah antisipasi sehingga sekarang tidak ada investasi kita pada surat berharga di AS. Jadi kita aman," ujarnya.
Berdasarkan data terakhir pada akhir 2007, jumlah aset BI dalam bentuk surat berharga adalah sebesar Rp 592,98 triliun, yang tersebar di berbagai negara.
Seperti diketahui jatuhnya perusahaan besar di AS dengan bangkrutnya Lehman Brothers, diambilalihnya Merrill Lynch oleh Bank of America, dinasionalisasinya AIG oleh pemerintah AS telah membuat krisis finansial yang berkepanjangan.
Institusi yang membeli surat utang dari perusahaan-perusahaan itu ikut terkena getahnya. Perbankan Indonesia yang diketahui menanamkan investasi di Lehman adalah BNI, namun jumlahnya tidak terlalu besar. (dnl/ir)











































