Untuk keempat kalinya BNI menyelenggarakan acara mudik bareng dengan kota tujuannya yaitu Lampung, Cirebon, Solo, Jogja, Semarang, Surabaya, dan Purwokerto.
Direktur Utama BNI Gatot Suwondo mengatakan, sebanyak 107 bus diberangkatkan secara bertahap dan akan membawa 5.858 pemudik.
"Animo masyarakat sangat tinggi, bisa terlihat saat pendaftaran beberapa waktu lalu. Hanya dua hari semua kursi sudah habis dipesan," ujarnya setelah membuka acara Rejeki Mudik di Pekan Raya Jakarta (PRJ), Jakarta, Sabtu (27/9/2008).
Ia menambahkan, tahun depan akan dipertimbangkan daerah-daerah tujuan lain seperti Kalimantan dan Sumatera. Ia mengatakan, jika animo nasabah untuk ikut mudik bareng semakin besar maka BNI akan menambah jumlah kuota penumpang.
Para calon pemudik yang terdiri dari berbagai usia dan jenis kelamin tersebut sudah berkumpul di area sekitar PRJ mulai pukul 9 pagi. Bus yang akan membawa mereka sudah berjejer rapi sejak pagi hari. Walau cuaca cukup terik, para pemudik yang ditempatkan di dua buah tenda besar terlihat antusias untuk mengikuti rangkaian acara sebelum bus yang akan membawa mereka diberangkatkan.
Fasilitas yang didapat oleh para pemudik tersebut selain bus ber-AC, juga buku panduan, makan sahur dan buka puasa bersama selama di perjalanan.
Agar tidak bosan ketika harus menunggu selama beberapa jam, panitia sudah menyiapkan satu buah panggung ditempatkan di hadapan para nasabah yang berisi hiburan musik.Selain itu, di sekitar area PRJ juga ditempatkan beberapa stand makanan dan merchandise.
Salah satu nasabah BNI yang menjadi pemudik, Dandi Rahmanto mengatakan, ini keempat kalinya dia mengikuti mudik BNI. "Lebih nyaman dari mudik biasa, banyak fasilitas tambahannya," ujarnya yang masih menunggu busnya berangkat menuju Surabaya. Dia pun mengaku akan ikut mudik serupa di tahun depan jika BNI berencana menggelar acara tersebut.
Marsudi, salah seorang pemudik tujuan Solo mengatakan, baru pertama kali ini dia mengikuti acara mudik BNI. "Yang jadi nasabah kakak saya, saya diajak sama dia," katanya. Ia pun merasa lebih nyaman dengan cara mudik yang seperti ini, tidak perlu ngantre dan jadwal keberangkatannya jelas.
"Kalau langsung ngantre di terminal kan kadang suka kehabisan tiket dan jadwal keberangkatannya jadi tidak jelas akibat macet keluar terminal," imbuhnya. (ang/ir)











































