Sri Mulyani: Ini Krisis yang Penyelesaiannya Agak Panjang

Sri Mulyani: Ini Krisis yang Penyelesaiannya Agak Panjang

- detikFinance
Rabu, 01 Okt 2008 18:12 WIB
Sri Mulyani: Ini Krisis yang Penyelesaiannya Agak Panjang
Jakarta - Belum adanya keputusan soal bailout untuk penyelamatan krisis finansial di AS membuat pemerintah Indonesia waspada. Krisis keuangan yang tengah terjadi ini belum dapat diperkirakan dampaknya dan kapan akan berakhir.

Hal tersebut disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara open house di rumahnya, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).

"Tentu saya dengan Pak Boediono sebagai pengelola moneter akan terus mewaspadai. Karena bagaimanapun semua melihat karakter dari keuangan yang sekarang menjadi krisis ekonomi, tidak akan berjalan segera atau dalam artian cepat," kata Sri Mulyani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan direktur IMF ini menambahkan, berlarut-larutnya proses bailout di AS telah menimbulkan ketidakpastian di seluruh dunia. Apa yang terjadi di negara tersebut memang selalu memberi pengaruh yang signifikan terhadap negara-negara lain.

"Memang proses ini sangat berat konsekuensi politiknya. Yang tidak menguntungkan adalah karena AS adalah negara yang memberi pengaruh terhadap perekonomian. Sehingga apapun keputusan, bahkan yang bersifat debat antara Menkeu, Gubernur Bank Sentral, maupun pernyataan dari para anggota Kongres atau para senator, selalu menimbulkan sentimen," tuturnya.

Untuk Indonesia sendiri, dikatakan Sri Mulyani, kondisinya cukup baik dibandingkan negara-negara berkembang lainnya. Dari sisi pertumbuhan ekonomi dan struktur APBN, neraca pembayaran kemudian situasi moneter dan perbankan, posisi Indonesia relatif cukup baik setelah kita pulih dari krisis 1998.

"Jadi memang agak diuntungkan. Kalau lihat perbandingan di berbagai negara yang lain juga turunnya banyak. Depresiasi juga begitu," kata Sri Mulyani.

Menteri yang masuk dalam jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia ini juga menilai, krisis di AS ini penyelesaiannya memerlukan waktu yang agak panjang.

"Artinya pengaruhnya terhadap dunia juga akan relatif panjang. Untuk kami di tahun 2008, untuk APBN barangkali tidak ada masalah, kita sudah melihat faktor-faktor dari sisi belanja, penerimaan untuk 2008 mungkin penyelesaian APBN relatif bisa kita tutup dengan baik," paparnya.

Sri Mulyani berharap dalam pembahasan RAPBN 2009, pemerintah berharap DPR akan mengerti situasi yang dinamis saat ini. "Jadi DPR harus bisa lebih meng-adjust," ujarnya.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads