Pemerintah akan Review Penerbitan Surat Utang di 2009

Pemerintah akan Review Penerbitan Surat Utang di 2009

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2008 10:20 WIB
Pemerintah akan Review Penerbitan Surat Utang di 2009
Jakarta - Pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaannya untuk seluruh rencana-rencana penerbitan Surat Utang Negara (SUN) baik yang reguler maupun rencana penerbitan sukuk global yang rencananya akan dilaksanakan pada akhir Oktober 2008 ini.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani ketika ditemui pada acara open house di rumahnya, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).

"Untuk sukuk global kita terus melihat perkembangannya. Dalam hari-hari ini pemerintah akan terus meningkatkan kewaspadaan seluruh rencana-rencana kita sampai akhir tahun, dan untuk persiapan tahun depan juga akan kita review. Karena yang paling penting sekarang adalah selalu mampu menyesuaikan dengan situasi dan tantangan yang terus berubah," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan melihat secara kritis situasi global sehingga dapat ditemukan waktu (timing) yang tepat dalam pelaksanaan penerbitan sukuk global.

"Jadi kami dalam hal ini akan terus melihat secara kritis, situasinya makin memungkinkan atau tidak. Skenario-skenario yang kita rencanakan melihat situasi baik dalam negeri, regional, maupun internasional apakah masih memungkinkan," katanya.

"Kita akan selalu lihat opportunity, suasana, tantangan, dan kita harus tahu mana policy yang terbaik, itu sangat tergantung momen-momen yang diterbitkan," imbuhnya.

Selain itu, Sri Mulyani juga mengatakan di tengah situasi krisi global yang terjadi pemerintah akan berusaha menjaga momentum agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat di dalam negeri tidak terlalu terganggu, meskipun sekarang ini suasananya masih sangat tidak pasti.

"Yang kedua, program-program pemerintah tertama yang terkait dengan perbaikan kesejahteraan seperti pengurangan kemiskinan dan pengangguran, itu yang kita juga akan kita jaga semaksimal mungkin supaya tidak terganggu. Ini berarti kombinasi kerja keras, karena fokus dalam negeri tetap tetapi efek dari luar coba akan terus kita minimalisasi," katanya.




(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads