Harga SUN Cari Keseimbangan Baru

Harga SUN Cari Keseimbangan Baru

- detikFinance
Kamis, 02 Okt 2008 15:48 WIB
Harga SUN Cari Keseimbangan Baru
Jakarta - Harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar mulai mengalami penyesuaian ke tingkat harga keseimbangan (ekuilibrium) baru, yang disesuaikan dengan tingkat risiko terkini akibat situasi krisis finansial global, terutama akibat ketidakpastian krisis di AS.

Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto saat ditemui dalam acara open house di rumah Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani, Komplek Widya Chandra, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (1/10/2008).

"Harga SUN sudah ada di pricing of risk, jadi semua aset keuangan itu sudah di reprice kembali resikonya. Jadi saham, obligasi, semua di reprice. Artinya harga sebenarnya dengan melihat faktor resiko itu berapa. Ini yang sedang terjadi sekarang dan saya kira dilihat dari kuotasi yield dengan situasi yang baru proses equilibrium-nya masih berjalan," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahmat mengatakan dirinya berharap rencana pemerintah AS untuk melakukan bailout sebesar US$ 700 miliar terhadap sektor keuangan di sana akan disetujui oleh Kongres AS, agar mengurangi tekanan kerugian yang dialami sektor keuangan AS yang berdampak secara global.

"Semua sudah kena dan kejatuhan di hari Senin sangat luar biasa, merupakan yang terbesar di sejarah setelah economic depression. Di Ameriksa Latin, Brasil koreksinya sangat dalam, di Eropa sudah ada 4 bank yang di-bailout, itu menunjukan bahwa keparahan terjadi dimana-mana," urai Rahmat.

Indonesia mau tak mau pasti akan kena pengaruhnya. Namun menurut Rahmat, persetujuan bailout diharapkan bisa meredakan berbagai kekalutan di pasar.

"Mudah-mudahan kalau bailout plan disetujui itu bagus sekali. Kalau Indonesia sementara ini kita belum melihat, bank-bank kita masih bagus," tuturnya.

Dikatakan Rahmat, jika rencana bailout ini direstui oleh Kongres AS maka dengan segera akan mengembalikan kepercayaan diri para pelaku pasar.

"Bailout itu hanya me-restore confidence dulu baru nanti di walk out untuk memecahkan masalah secara fundamental dan jika panjang tuh seperti apa, itu yang masih akan dilihat lagi oleh pelaku pasar, tapi mudah-mudahan ke depannya baik," ungkapnya. (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads