Langkah itu sekaligus akan mengakhiri program talangan atau bailout penuh kontroversi yang diberikan pemerintah AS kepada raksasa asuransi itu, dalam rangka menyelamatkannya dari jurang kebangkrutan.
"AIG berencana untuk mempertahankan properti di AS, asuransi casualty dan bisnis asuransi umum asing, serta terus melanjutkan kepemilikan saham pada pperasionak asuransi jiwa asing," demikian pernyataan dari AIG seperti dikutip dari AFP, Jumat (3/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suntikan dana itu itu diberikan hanya sehari setelah bank investasi, Lehman Brothers akhirnya mendaftarkan kebangkrutan karena tak kuat menanggung kerugian akibat krisis finansial. Kebangkrutan Lehman telah membuat bursa-bursa saham di seluruh dunia berjatuhan, dan pada posisi terburuk sejak Great Depression di era 1930-an.
Pemerintah AS memilih menyelamatkan AIG untuk mencegah kerusakan yang lebih parah di pasar finansial.
AIG mengumumkan, Blackstone Group dan JP Morgan akan menjadi koordinator global AIG untuk program divestasi ini. AIG menambahkan, bisnis asuransi casualty dan properti telah menyumbang pendapatan hingga US$ 40 miliar pada tahun 2007.
"Perusahaan sedang mempelajari kemungkinan divestasi untuk sisa aset dan bisnis berkualitas tinggi yang masih tersisa," demikian pernyataan AIG tanpa memberi rincian apa saja asetnya.
Chairman dan chief executive AIG, Edward Liddy mengatakan, pihaknya sedang mencoba fokus kembali pada kekuatan tradisional di bidan underwriter properti dan casualty. Asuransi Casualty merupakan perlindungan yang diberikan lebih bertumpu kepada penutupan kerugian gugatan di pengadilan, semisal gugatan bisnis, properti ataupun profesi.
"Kami memiliki sejumlah bisnis luar biasa dengan posisi terdepan di pasar dan keuntungan tingkat daya saing yang signifikan yang tidak dapat diciptakan kembali hari ini," katanya.
Ia menambahkan, AIG telah bertemu dengan sejumlah pihak yang kuat dan stabil dan diharapkan bisa menjadi pembeli dari aset-aset yang berharga miliknya.
"Tujuan kami adalah keluar dari proses ini menjadi sebuah perusahaan yang lebih kecil namun lebih gesit yakni memiliki keuntungan yang solid dan prospek pertumbuhan jangka panjang yang lebih baik," pungkasnya.
(qom/qom)











































