Rakor yang akan dilaksanakan di Ruang Graha Sawala, Gedung AA Maramis Depkeu, tersebut rencananya akan dihadiri oleh para menteri ekonomi plus Gubernur BI.
Berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, Sabtu (4/10/2008), sejumlah menteri yang akan menghadiri rakor adalah Menko Polhukam, Menko Perekonomian, Menko Kesra, Gubernur BI, Menneg PPN/Kepala Bappenas, Menhub, Menteri PU, Mendag, Menperin, Menteri ESDM, Menhut, Mentan, Menakertrans, Menkominfo, Menneg Ristek, Menneg BUMN, Menneg PDT dan Kepala BKPM. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rakor ini digelar setelah pada Jumat (3/10/2008), DPR AS menyetujui RUU Bailout sebesar US$ 700 miliar, dan selanjutnya UU tersebut diteken oleh Presiden Bush.
Selain Indonesia, para pemimpin negara-negara besar Eropa juga akan menggelar pertemuan di Paris pada Sabtu ini. Negara-negara Eropa saat ini masih terbelah menyikapi rencana bailout untuk perbankannya. Namun kemungkinan besar Eropa tidak akan mengikuti langkah AS yang melakukan bailout besar-besaran untuk menyelamatkan perekonomiannya.
Setelah UU Penyelamatan Ekonomi AS diteken, perhatian kini mulai difokuskan pada Eropa yang sebelumnya juga terkena dampak cukup parah pada sektor finansialnya.
Namun jika perbankan Eropa berharap adanya bailout serupa, mereka tampaknya akan dikecewakan oleh para pemimpin dari Inggris, Prancis, Jerman dan Italia.
Presiden Prancis Nicolas Sarkozy sebelumnya telah menepis ide tersebut. Demikian pula Jerman dan Inggris yang secara cepat menolak rencana tersebut.
Menteri Ekonomi Jerman, Michael Glos memperingatkan para bankir yang 'dibayar sangat baik' agar mengelola bisnisnya sendiri dan tidak berharap dana talangan dari pemerintah.
"Rencana darurat Eropa, yang salah satunya telah didiskusikan oleh perbankan adalah sebuah gangguan dari apa yang seharusnya mereka kerjakan," ujarnya dalam wawancara dengan Bild, dan dikutip dari AFP.
"Tidak ada lagi kepercayaan di sektor perbankan. Ini terutama disebabkan oleh krisis finansial. Dan meminta pemerintah agar menempatkan uang para pembayar pajak.... sepertinya tidak dapat dijustifikasi," ketusnya.
Sementara Menteri Ekonomi Prancis, Christine Lagarde mengatakan, pertemuan negara-negara Eropa pada Sabtu ini diharapkan bisa membawa sebuah rencana koordinasi yang lebih erat.
(qom/qom)











































