Eropa Tak Mau Tiru Bailout AS

Eropa Tak Mau Tiru Bailout AS

- detikFinance
Minggu, 05 Okt 2008 12:51 WIB
Eropa Tak Mau Tiru Bailout AS
Paris - Negara-negara pemimpin perekonomian di Eropa yaitu Perancis, Inggris, Jerman dan Italia sepakat untuk bekerja sama mendukung institusi-institusi keuangan menghadapi krisis finansial.

Namun dukungan tidak diberikan dengan membentuk pendanaan penyelamatan gabungan (joint bailout fund), melainkan dengan melonggarkan aturan di pasar finansial.

Kesepakatan tersebut diambil dalam pertemuan yang dihadiri para pimpinan negara-negara utama Eropa di Paris, dengan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sebagai tuan rumah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sepakat tidak membentuk pendanaan penyelamatan gabungan (joint bailout fund), tapi mereka setuju melonggarkan aturan-aturan di Uni Eropa mengenai seberapa banyak jumlah uang yang bisa dipinjam nasabah secara individual.

"Setiap pemerintah akan menjalankan metode (penyelamatan) dengan perangkat masing-masing, tapi masih terkoordinasi," ujarnya seperti dikutip BBC, Sabtu (4/10/2008).

Sarkozy menambahkan, bagi pimpinan-pimpinan perbankan yang gagal menyelamatkan banknya akan diberikan sanksi. Namun ia tidak merinci bagaimana bentuk sanksi yang dimaksud.

Semua kesepakatan diambil untuk memperlihatkan betapa seriusnya krisis yang terjadi, termasuk yang menimpa, Hypo Real Estate.

Hypo Real Estate (HRE) mengumumkan kegagalan penyelamatan finansialnya senilai 35 miliar euro (US$ 48,5 miliar). Rencana ini gagal setelah konsorsium perbankan dan asuransi yang hendak 'menyelamatkan' mengundurkan diri dari kesepakatan.

"Paket penyelamatan senilai 35 miliar euro yang sudah dijanjikan kepad Hypo Real Estate Group dan diperpanjang hingga 2009 yang diumumkan pada minggu lalu sekarang sudah ditarik," kata seorang pejabat HRE seperti dikutip Reuters, Minggu (5/10/008).

HRE mengaku akan tetap bertahan dengan mencari alternatif penyelamatan lainnya. Sementara itu, Sarkozy juga mengusulkan agar negara Uni Eropa tetap menjaga defisit anggaran mereka dibawah 3% dan total utang publik dibawah 60% PDB.

Para pemimpin keempat negara tersebut juga akan menggelar pertemuan dengan anggota G8 secepat mungkin untuk mengevaluasi aturan-aturan yang menyangkut pasar finansial.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads