Demikian disampaikan Gubernur BI Boediono dalam jumpa pers usai rapat koordinasi dengan menteri-menteri bidang ekonomi di Graha Sawala Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/10/2008).
"Gonjang-ganjing ini di luar prediksi kita pada 1 hingga 2 bulan yang lalu sehingga kita harus melakukan penyesuaian," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BI ingin merapatkan diri dengan pemerintah untuk dapat menjaga rumah kita sendiri, apalagi dengan situasi gonjang-ganjing yang cukup luar biasa ini, sehingga tidak besar dampaknya," tuturnya.
Meski begitu ia yakin imbas krisis sektor keuangan yang terjadi di AS sangat terbataskepada sektor perbankan di Indonesia. Hal ini karena eksposure Indonesia terhadap surat berharag sangat kecil.
"Memang pada 1998 kita alami badai yang luar biasa tapi saat ini berbeda karena episentrumnya bukan di sini. Apalagi eksposure kita terhadap surat berharga yang sifatnya toxic asset itu sangat minimal pada perbankan," katanya.
(dnl/lih)











































