Krisis di Eropa Makin Parah, Jerman Selamatkan Hypo Real Estate

Krisis di Eropa Makin Parah, Jerman Selamatkan Hypo Real Estate

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 14:25 WIB
Krisis di Eropa Makin Parah, Jerman Selamatkan Hypo Real Estate
Berlin - Pemerintah Jerman secara mengejutkan bersedia untuk menyelamatkan salah satu bank terbesarnya, Hypo Real Estate. Krisis finansial yang sudah menyentuh daratan Eropa memaksa bank terbesar keempat Jerman itu mencari suntikan dana segar.

Seperti dikutip dari AFP, Senin (6/9/2008), pemerintah Jerman sepakat untuk memberikan paket penyelamatan darurat bagi HRE senilai 50 miliar euro atau setara dengan US$ 68 miliar. Dana bailout ini berarti lebih besar 15 miliar euro dari dana yang rencananya akan didapat HRE namun kemudian gagal.

Jerman juga sepakat untuk memberikan jaminan untuk seluruh simpanan nasabah di bank. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan di negara tersebut, setelah bank-banknya ikut menderita krisis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Langkah ini untuk memberikan sinyal bahwa masyarakat tak perlu menyerbu bank-bank mereka," ujar Menteri Keuangan Jerman Peer Steinbrueck.

Ia menambahkan, langkah penyelamatan tersebut ditujukan untukmenghindari kolapsnya Hypo Real Estate yang dapat membahayakan ekonomi Jerman dan juga Eropa.

Kesepakatan ini juga dicapai setelah sebelumnya BNP Paribas sepakat untuk mengambil alih Fortis setelah difasilitasi oleh pemerintah Belgia dan Luksemburg. Sementara UniCredit, bank terbesar kedua di Italia juga mengumumkan rencana untuk menaikkan modalnya.

Dalam kesempatan sebelumnya, pertemuan-pertemuan negara besar di Eropa juga sudah sepakat untuk tidak menerapkan bailout sebagaimana AS. Mereka sepakat untuk bekerja sama mendukung institusi-institusi keuangan menghadapi krisis finansial.

Di AS, Wells Fargo dan Citigroup sedang berseteru untuk mendapatkan Wachovia. Wells Fargo sebelumnya telah sepakat untuk membeli Wachovia sebesar US$ 15,1 miliar. Namun pengadilan selanjutnya mementahkan kesepakatan tersebut.

Langkah-langkah penyelamatan sektor finansial itu gagal mengangkat pasar saham Asia yang rontok hingga 2,4%. Indeks Nikkei-225 tercatat merosot 3,6%, Hang Seng turun 2,9%, KOSPI anjlok 4,2%, sementara IHSG BEI paling parah dengan penurunan hingga 7,9%. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads