Pelajari Pusat Krisis AS, Gubernur BI Hadiri Sidang IMF

Pelajari Pusat Krisis AS, Gubernur BI Hadiri Sidang IMF

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2008 14:13 WIB
Pelajari Pusat Krisis AS, Gubernur BI Hadiri Sidang IMF
Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Boediono akan menghadiri rapat tahunan IMF dan Bank Dunia di Washington pada 10-13 Oktober 2008. Rapat yang dihadiri gubernur bank sentral dan menteri keuangan sedunia itu akan membahas masalah krisis di AS dan dampaknya.

"Kami akan hadiri sidang tahunan IMF. Nanti ketemu beberapa pihak mencoba pelajari apa yang terjadi di pusat gempa sana, dan apa penting bagi kita itu saja," kata Boediono usai diterima Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (7/10/2008).

Dalam situs IMF disebutkan pertemuan para pimpinan ekonomi dunia itu diharapkan bisa mencetuskan ide baru mengenai reformasi terhadap aturan dan regulasi di pasar finansial global.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada permasalahan struktur yang sangat dalam dan harus segera dipecahkan. Krisis ini adalah imbas dari kegagalan regulasi dalam menghadapi ekses risiko di sistem keuangan khususnya di AS. Kita berharap ini tidak akan terjadi lagi," kata Managing Director IMF Dominique Strauss-Kahn seperti dikutip dalam situsnya.

Menurut Boediono untuk mengantisipasi krisis AS dan imbasnya ke perekonomian Indonesia, pemerintah dan Bank Indonesia serta dunia usaha terus melakukan koordinasi.

Untuk pelemahan rupiah, Boediono menilai masih dalam batas yang wajar. "Mata uang lain juga melemah. Kalau yang lain melemah, kita menguat ya gimana," tukasnya.

Begitu pula dengan penurunan cadangan devisa yang hingga akhir September menjadi sekitar US$ 57-58 miliar Boediono menilainya wajar. "Ya karena memang dipakai. Cadangan masih cukup gak mengkhawatirkan. Angka terakhir saya lupa, tapi September masih US$ 57-58 miliar," katanya.

Untuk tahun 2009, BI tetap mematok angka inflasi 6,5%-7%. "Untuk 2008 perkiraaanya tetap. Karena Ramadan ini memang puncaknya dan ada kenaikan sampai 11%-12%. Tapi diperkirakan akan turun secara bertahap," katanya. (ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads