"BI Rate yang kini di posisi 9,5 persen itu mencerminkan langkah otoritas moneter menaikkan skala pengetatan moneter kita. Tentu tidak kondusif bagi dunia usaha, karena dengan begitu harga dana (kredit) menjadi lebih mahal," kata Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia, Bambang Soesatyo, di Jakarta, Selasa (7/10/2008).
Bambang menilai kebijakan menaikkan suku bunga ini karena BI ingin mencapai dua tujuan. Pertama, menahan pertumbuhan laju kredit, karena pertumbuhan kredit saat ini tergolong tinggi dengan persentase terbesar adalah kredit konsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Anggota DPR dari Komisi XI Dradjad Wibowo mengatakan kenaikan BI Rate tersebut tidak akan efektif menguatkan nilai tukar rupiah yang saat ini melewati level 9.500-an per dolar AS.
Dradjad menilai tekanan terhadap rupiah saat ini sangat besar karena pertama, ekspektasi anjloknya harga komoditi, terutama perkebunan dan pertambangan. Pelaku usaha mengantisipasi kemerosotan neraca pembayaran dan neraca transaksi berjalan sebagai akibatnya.
Kedua, kepanikan di tengah ketidakpastian, sehingga perusahaan-perusahaan dengan kewajiban valas yang besar ramai-ramai menghimpun valas untuk mengurangi risiko nilai tukar.
Ketiga, kepanikan karena anjlok drastisnya IHSG ditafsirkan sebagai larinya dana-dana jangka pendek asing. Keempat, pasar mengetahui kemampuan BI mempertahankan rupiah sudah sangat merosot, karena melihat cadangan devisa yang turun cepat dan anjloknya surplus BI.
Seharusnya, lanjut Dradjad, BI tidak memaksakan rupiah untuk kuat. Biarkan rupiah terdepresiasi secara gradual dan terukur, sehingga daya saing ekspor Indonesia tetap bagus di tengah pasar global yang mengkerut.
"Tapi memang ke depan, Indonesia akan masuk ke rezim suku bunga tinggi sebagai akibat krisis keuangan global ini, meski beberapa negara seperti Australia turunkan suku bunga. Tapi bukankah menteri-menteri ekonomi pada bulan April bilang Indonesia tidak akan terkena dampak krisis subprime, ternyata mereka salah besar," ujar Dradjad.
(ir/ddn)











































