Menkeu Jualan Sukuk di Dubai

Menkeu Jualan Sukuk di Dubai

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2008 15:53 WIB
Menkeu Jualan Sukuk di Dubai
Jakarta - Ajang pertemuan ASEAN Finance Minister Ministers Investors Seminar (AFMIS) atau ASEAN Roadshow di Dubai, Uni Emirat Arab pada 7-9 Oktober 2008 ini akan dimanfaatkan Menkeu Sri Mulyani untuk memperluas basis investor dan instrumen pembiayaan bilateral-multilateral, pasar obligasi maupun sumber lainnya antara lain penjualan sukuk.

"Pemilihan lokasi AFMIS di Dubai, karena dipandang strategis mengingat peran Dubai sebagai Financial hub negara-negara Teluk. Belum tergarapnya potensi investasi secara optimal dari kawasan yang memiliki kelebihan likuiditas dan rencana penerbitan global sukuk oleh Indonesia," ujar Kepala Biro Humas Depkeu Samsuar Said dalam siaran pers yang diterima detikFinance di Jakarta, Selasa (7/10).

Pertemuan itu juga akan membahas mengenai solusi global dalam menghadapi krisis keuangan internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa agenda yang akan dibahas para menteri keuangan tersebut diantaranya, kerangka studi liberalisasi sektor keuangan dan neraca modal dan harmonisasi standar aturan pasar modal Asean yang terkait dengan pencapaian integrasi komunitas ekonomi Asean 2015.

Kemudian pengembangan pengawasan kawasan Asean dalam mengantisipasi krisis keuangan global dan regional.

Agenda ketiga membahas pembiayaan infrastruktur Asean. Selain itu pemaparan agenda Afmis oleh Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah. Kelima, pemaparan Asia Investment Day yang dilaksanakan Indonesia yang acaranya akan dilaksanakan bersamaan dengan pertemuan gubenrur ADB di Bali bulan Mei 2009.

"Penyelenggaraan AFMIS akan dilaksanakan 8 Oktober 2008 dan akan dihadiri oleh sekitar 180 pimpinan institusi keuangan, bankir, fund manager internasional khususnya di kawasan Timur Tengah," ujarnya

Selain itu Menkeu juga direncanakan menghadiri berbagai keuangan diantaranya pertama pertemuan komite reformasi tata kelola IMF dan pertemuan dengan beberapa menteri keuangan negara utama seperti AS, Australia da Cina untuk membahas krisis keuangan global dan solusinya.
(dnl/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads