Islandia selama ini memang tengah berjuang melawan kebangkrutan nasionalnya yang diakibatkan ekspansi besar-besaran perbankannya. Ekspansi bank-bank Islandia tersebut ternyata bermodalkan utang yang cukup banyak untuk membangkrutkan mereka.
Tak kunjung menemukan solusi, pemerintah Islandia pun akhirnya mengambil alih Landsbanki yang merupakan salah satu bank yang kolaps.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak yang sama buruknya juga dialami perbankan Inggris. Saham bank-bank kelas kakap di Inggris terpaksa berjatuhan seiring kabar mengenai keputusan perbankan yang berbondong-bondong meminta bantuan dana dari pemerintah.
Royal Bank of Scotland merupakan bank yang mengalami keruntuhan terbesar dengan penurunan saham lebih dari 30% hingga mencapai level terendahnya selama 13 tahun.
"Pimpinan perbankan besar dan kedutaan telah bertemu semalam. Rekapitulasi adalah salah satu opsi yang dipertimbangkan," ujar seorang sumber seperti dikutip Reuters, Selasa (7/10/2008).
Terkaparnya bank-bank di Islandia dan Inggris ini menyusul keruntuhan perbankan di negara Eropa lainnya seperti Jerman yang sudah 'menyerah' lebih dulu. Krisis finansial yang bermula dari AS pun tak terhenti sampai sini dan diprediksi akan terus memakan korban. Siapa korban selanjutnya?
(lih/ddn)











































