Hal tersebut disampaikan Direktur Pembiayaan Syariah Depkeu Dahlan Siamat dalam pesan singkat yang diterima detikFinance, Rabu (8/10/2008).
"Pada dasarnya penerbitan untuk sukuk global (valas) tetap dijadwalkan tahun 2008, namun tetap mempertimbangkan kondisi pasar keuangan global yang saat ini masih sangat volatile," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penghentian penerbitan SUN sebenarnya terjadi karena adanya penurunan defisit, begitu pula dengan sukuk, pemerintah jadi tidak perlu untuk menerbitkan sukuk.
"Namun dalam rangka untuk kebutuhan benchmarking dan pemenuhan commitment pemerintah ke investor (terutama internasional) yang disampaikan pada saat Non Deal Road Show awal tahun 2008 ini pemerintah tetap membuka peluang untuk menerbitakn sukuk valas di pasar internasional," ujarnya.
Penerbitan sukuk dilakukan dengan catatan tetap akan mempertimbangkan cost of financing. "Jadi kami setiap saat selalu memonitor perkembangan pasar terutama pergerakan harga (yield)," ujar Dahlan yang tengah mengikuti Asian Finance Ministers Meeting di Dubai Uni Emirat Arab bersama Menkeu Sri Mulyani. (dnl/ddn)











































