Menurut Deputi Gurbenur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom, cadangan devisa sebesar US$ 57,108 miliar masih berada di atas 4,5 bulan kali impor.
"Cadangan devisa kita masih dalam kisaran jumlah yang aman, yaitu masih diatas 4,5 bulan kali impor," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak Aman
Sementara itu, secara terpisah, ekonom Indef Ikhsan Mojo menyatakan perhitungan Bank Indonesia mengkur tingkat keamanan cadangan devisa sebenarnya sudah kuno.
"Dalam kajian terakhir, ukuran tradisional 3 bulan impor tidak lagi bisa dijadikan patokan ketahanan sistem keuangan," katanya dalam diskusi di restoran Bebek Bali, Jakarta, Rabu pagi.
Alasannya, dalam satu krisis pergerakan kurs dan pelarian modal akan sangat cepat dan menyebabkan tergerusnya nilai riil dari cadangan devisa secara instan. Khusus untuk Indonesia, hal ini juga ditambah lagi dengan fakta bahwa separuh dari cadangan devisa Indonesia didenominasikan dalam aset berdenominasi dolar AS.
"Sehingga salah kaprah bila dikatakan cadangan devisa nasional adalah aman," ujarnya. (lih/lih)










































