IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya

IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 20:37 WIB
IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya
Washington - Perekonomian dunia melemah dengan cepat yang dipicu oleh guncangan sektor finansial paling berbahaya serta masih tingginya harga komoditas. Sejumlah negara kini benar-benar bergerak menuju resesi.

Demikian disampaikan Dana Moneter International (IMF) dalam 'World Economic Outlook' yang dirilis, Rabu (8/10/2008). WEO ini dirilis dua hari sebelum pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang akan berlangsung di Washington pada 11-12 Oktober.

IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan yang terparah sejak era 1930-an. Hal itu diperkirakan akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3% pada tahun 2009, atau 0,9 persen poin lebih rendah dari proyeksi WEO pada Juli 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengikuti pertumbuhan yang seret di sisa tahun 2008 plus awal 2009, maka pemulihan yang diantisipasi pada akhir 2009 akan sangat bertahap oleh standar di masa lalu. Ini dikarenakan kondisi finansial diperkirakan masih tetap sulit, meski diasumsikan langkah yang diambil AS dan Eropa akan sukses untuk menstabilkan kondisi finansial serta menghindarkan kejadian yang sistemik.

"Di beberapa negara maju, krisis sekarang didorong oleh kurangnya kepercayaan dan keyakinan," ujar Kepala Ekonom IMF, Olivier Blanchard seperti dikutip dari situs IMF.

IMF juga menilai AS sepertinya sedang tergelincir ke resesi yang dapat menjaga perekonomian paling besar di dunia itu terus tertekan hingga 2009.

"AS telah menjadi pusat dari meluasnya badai pasar finansial dan perekonomiannya sekarang melambat dengan cepat," demikian pernyataan dari IMF seperti dikutip dari AFP.

Blanchard juga menekankan perlunya implementasi kerjasama kebijakan makroekonomi dan finansial di seluruh dunia untuk menghadang sentimen negatif dari berbagai sisi.

Dari sisi finansial, makaperlu didesain sebuah program yang komperehensif untuk bisa menangani masalah sistemik. Sementara dari sisi makro ekonomi harus didesain untuk bisa mendukung pertumbuhan dan memecahkan masalah antara sektor riil dan finansial.

"Dengan kebijakan makro dan finansial yang tepat --dan kebijakan-kebijakan yang sudah ada---, maka kita dapat melalui badai dan diharapkan pemulihan akan dimulai pada tahun 2009," ujar Blanchard.

WEO juga mencatat bahwa harga komoditas masih tetap tinggi dibandingkan masa 20 tahun terakhir, meski ada koreksi sejak pertengahan Juli sehubungan dengan melemahnya perekonomian global.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads