Padahal pertemuan tersebut baru digelar mulai hari ini, tanggal 10-13 Oktober 2008. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Andi Malaranggeng, Presiden memanggil Boediono untuk merapatkan barisan menghadapi perkembangan kondisi ekonomi terkini.
Sebelumnya Menteri Koordinator Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani juga langsung kembali ke Indonesia saat Bursa Efek Indonesia ditutup mendadak dua hari lalu. Saat itu Sri Mulyani tengah berada di pertemuan Menteri-menteri Keuangan se-ASEAN di Dubai, Uni Emirat Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan lengkapnya pejabat yang berwenang di Indonesia, maka akan semakin mudah memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil adalah keputusan yang tepat.
"Artinya semua kita merapatkan barisan, making sure semuanya langkah-langkah yang kita ambil adalah tepat. Dan sejauh ini kita optimistis badai ini bisa kita tangani," ujarnya.
Andi juga menjelaskan, bahwa Presiden terus mendapat informasi mengenai perkembangan ekonomi nasional termasuk pasar bursa saham yang batal dibuka hari ini. Baginya pembatalan pembukaan saham hari ini merupakan keputusan yang tepat dan sesuai aturan.
"Masing-masing otoritas sudah mengambil kewenangan yang tepat sesuai dengan otoritasnya masing-masing. Tidak perlu panik, ini juga kita memantau bagaimana reaksi pasar-pasar saham dunia, bagaimana otoritas-otoritas moneter, otoritas fiskal, semuanya bekerja sama," ujarnya.
(lih/ddn)











































