Rencana Penyelamatan Krisis Eropa Membawa Harapan Baru

Rencana Penyelamatan Krisis Eropa Membawa Harapan Baru

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 07:06 WIB
Rencana Penyelamatan Krisis Eropa Membawa Harapan Baru
Paris - Uni Eropa menyiapkan prakarsa baru bernilai ratusan miliar dolar AS untuk mengatasi krisis. Rencana tersebut membawa harapan baru akan segera pulihnya pasar finansial dunia.

Pertemuan 15 negara-negara Eropa di Paris akhri pekan lalu memberikan sinyal menguatnya komitmen untuk mengambil langkah bersama mengatasi gejolak di pasar finansial.

Menurut Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, mereka sepakat untuk sebuah rencana penyelamatan perbankan. Pemerintah negara-negara Eropa akan membeli saham-saham bank untuk mendongkrak keuangan dan menjamin pinjaman antar bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Inggris Gordon Brown mengatakan, hari-hari kedepan adalah kritis.

"Saya percaya bahwa dalam beberapa hari kedepan, kepercayaan pada sistem perbankan akan dipulihkan. Keputusan yang kita ambil dalam beberapa hari kedepan akan memberikan efek kepada kita dalam beberapa tahun kedepan," ujar PM Brown seperti dikutip dari AFP, Senin (13/10/2008).

"Dalam opini saya, hal ini akan memberikan hasil yang positif. Kita menghadapi krisis yang serius dan secara logis ketika ada krisis yang serius maka sulit untuk mengatasinya, namun kita akan bisa mengatasinya," ujar PM Spanyol, Jose Luis Rodriguez Zapaterio.

Detail dari rencana penyelamatan perbankan rencananya baru akan diumumkan pada Senin ini. Hal-hal yang masuk di dalam rencana itu antara lain termasuk penjaminan untuk utang baru jangka pendek dan suntikan modal ke perbankan.

Rencana tersebut memunculkan harapan baru, setelah rencana bailout US$ 700 miliar tidak banyak memulihkan pasar finansial dunia.

"Ini sepertinya tidak akan selesai dalam semalam, namun akan banyak membantu. Ini akan menghilangkan sebagian psikologis pasar tentang kepanikan," ujar Peter Kenny, Managing Director Knight Equity Markets seperti dikutip dari Reuters.

Transaksi berjangka saham-saham AS dibuka menguat pada Minggu, sehingga menggambarkan Wall Street akan rebound pada Senin. Namun ketidakpastian masih akan menyelimuti pasar mengingat berbagai rencana penyelamatan tidak akan segera efektif dalam waktu singkat.

"Tidak mungkin berbicara tentang berapa lama hal waktu yang dibutuhkan. Hilangnya kepercayaan sangat substansial sehingga (langkah) ini tidak akan terjadi dalam semalam," jelas CEO Deutsche Bank, Josef Ackerman.

Hal lain yang akan menimbulkan gejolak di pasar adalah keluarnya laporan keuangan perusahaan untuk triwulan III. Sebagian perusahaan diyakini akan mengalami kerugian besar akibat gejolak yang sudah berlangsung sejak Agustus 2007.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads