"Kira-kira itu 50% dari seluruh deposan sudah terjamin, dan kalau sudah 50% cukup menenangkan," kata Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono saat ditemui dalam acara pertemuan anggota Kadin di Graha Niaga, Jakarta, Senin (13/10/2008).
Menurutnya sejak lama kalangan perbankan mengharapkan kenaikan jaminan LPS ini, karena yang penting di tengah krisis sekarang ini pemerintah harus fokus pada perbankan sebagai jantung perekonomian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia yakin dengan kebijakan baru ini akan berdampak menenangkan nasabah. Bahkan dari sisi perbankan, bank-bank akan menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi ancaman krisis global.
Sigit kembali menegaskan bahwa fundamental keuangan Indonesia jauh lebih bagus dibandingkan dengan periode krisis 1997-1998.
"Dengan adanya krisis ini 1 atau 2 bank akan berdampak, NPL 3,8% per Agustus, LDR lebih dari 30%, CAR juga lebih dari 12% dari persyaratan 9%," imbuh Sigit.
"Jadi dengan berbagai indikator itu maka kondisi saat ini lebih baik dibanding 1997 sumber krisis juga berbeda, kalau dulu dari dalam sekarang dari luar, meski begitu mungkin sedikit dampak akan terasa, kita akan tetap waspada," tambahnya.
Hal yang sama pun dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, bahwa pemerintah berharap dengan peraturan ini masyarakat bisa lebih tenang menyimpan uangnya di bank.
"Jaminan LPS sampai Rp 2 miliar jadi 20 kali lipat atau 99,7 % nasabah yang meletakan uangnya diperbankan, lebih 50% total deposit di perbankan. Semoga memberikan ketenangan dan kepercayaan para penabung kita," harapnya. (hen/ddn)











































