Indonesia meraih 3 penghargaan, yang diterima oleh Standard Chartered Bank Indonesia, Mandiri Sekuritas dan Bank Syariah Mandiri (BSM).
Para Direktur dan Pejabat Bank calon penerima award sudah berkumpul di National Press Club (NPC), Washington DC sejak sebelum pukul 09.00 waktu Washington DC untuk menerima penghargaan dari majalah perbankan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara dibuka oleh Joseph D. Giarraputo, Presiden dan Publisher majalah Global Finance, dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada pelaku perbankan dunia dengan kategori Best Trade Finance Providers (38 negara), Best Sub Custodian Banks (36 negara, termasuk Standard Chartered Bank-Indonesia), Best Foreign Exchange Providers (37 negara) dan Best Derivative Providers (7 negara).
Di sesi kedua, diberikan penghargaan untuk katagori Best Bank-Developed and Emerging Markets, World's Safest Banks (BNP PARIBAS, LLOYDS TSB dan RABOBANK), Best Islamic Financial Institutions (12 negara, termasuk bank Syariah Mandiri-Indonesia), Best Investment Banks (11 negara termasuk Mandiri Sekuritas-Indonesia), Best Global Banks, Best Central Bankers.
Presiden Direktur Mandiri Sekuritas, Harry M.Supoyo, sesaat seusai penerimaan penghargaan tersebut mengemukakan kebanggaanya atas prestasi yang diraih Bank Mandiri Sekuritas sebagai Bank Investasi Terbaik selama 4 tahun berturut-turut sejak tahun 2005 hingga sekarang.
"Saya percaya bahwa iklim investasi di manapun selalu mengalami naik dan turun. Kita semua harus bisa melihatnya dari sisi positif. Tidak ada seorangpun yang dapat memperkirakan sampai kapan, namun saya percaya bahwa market pasti akan membaik," ujarnya optimistis kepada Endang Isnaini Saptorini, wartawan detikcom di Washington DC.
Harry menyatakan ketidaksenangannya menyebut saat ini sedang krisis. Menurutnya, situasi saat ini lebih merupakan refleksi naik-turunnya pasar saja dan sentimen pasar dunia terhadap pasar kita. Di luar itu, secara lokal, Harry juga menganggap rata-rata performa perusahaan Indonesia sangat baik dan tidak bermasalah.
Saat ini Bursa kita relatif sudah menjadi tuan rumah di negeri kita sendiri. Terutama pada tahun 2007-2008 ini, pemain lokal (investor domestik) sudah mulai banyak dan mengendalikan pasar bursa, sementara pemain asing sebagai pengikut.
"Apabila kita ingin mendongkrak kembali angka index di bursa, tentunya para investor domestik inilah yang diharapkan memiliki kekuatan untuk memiliki kembali kepercayaan pada bursa kita. Sekali lagi, performa perusahaan-perusahaan lokal kita tidak ada masalah saat ini," tandas Harry.
Sementara Yuslam Fauzie, Presdir Bank Syariah Mandiri (BSM), didampingi oleh Staf Ahli Direksi BSM, Eka Bramantya Danuwirana, ketika ditemui secara terpisah juga menyatakan kebanggaannya sebagai penerima penghargaan untuk Islamic Financial Institution di Indonesia.
Kriteria yang membanggakannya sebagai penerima award adalah penilaian majalah ini lebih menekankan pada rating yang berarti cenderung ke manajemen resiko, kasus kredibilitas, sustainability, serta governance. Sementara unsur profitabilitasnya justru bukan merupakan unsur utama.
"Profitabilitas BSM mengalami kenaikan yang cukup besar untuk tahun 2007-2008 ini. Bulan Juli 2008 saja, laba BSM sudah mencapai angka yang sama dengan laba pada akhir tahun 2007. Namun yang paling penting, adalah pada pengelolaan laba. Karena apalah artinya laba yang banyak. Apabila tidak dikelola secara hati-hati, tidak akan ada sustain," ujar Yulam Fauzie yang menggelar konferensi pers di JW Marriot Hotel, selepas acara penerimaan award di NPC.
Penghargaan terhadap Islamic Financial Institution yang baru pertama kalinya diadakan oleh Majalah Global Finance ini, dinilai Yuslam sedikit agak terlambat, karena sebenarnya Bank Syariah sudah mulai bergerak dan tumbuh sejak 9 tahun yang lalu.
Selain dari majalah Global Finance, BSM sudah banyak menerima award sebelumnya. Di antaranya adalah STP Award 2007 (dari Citibank New York), e-Company Award 2007 (majalah Warta Ekonomi), Indonesia Best Brand Award 2007 (majalah Swa dan Mars). dan Islamic Investment Year 2007 (Karim Bussiness Consulting).
(eis/qom)











































