AS Beli Bank US$ 250 Miliar, Wall Street Naik Turun

AS Beli Bank US$ 250 Miliar, Wall Street Naik Turun

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 22:05 WIB
AS Beli Bank US$ 250 Miliar, Wall Street Naik Turun
New-York - Pemerintah AS mengumumkan rencananya membelanjakan US$ 250 miliar untuk membeli saham-saham perbankannya yang sedang bermasalah, dalam rangka mengendalikan dampak krisis finansial.

Menurut Menteri Keuangan AS, Henry Paulson, 9 bank besar sepakat sahamnya dibeli pemerintah AS dengan imbalan ada modal baru. Sementara bank-bank lain akan memiliki opsi untuk menerima program ini, dimana pemerintah akan mendapatkan 'saham biasa senior'.

Bank-bank yang mendapat suntikan modal dari pemerintah AS ini juga sepakat untuk membatasi gaji para eksekutifnya dan fasilitas lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah AS secara temporer juga akan menjamin utang tanpa jaminan (unsecured debt) dan pinjaman antara bank, serta menawarkan jaminan tabungan tanpa batasan bagi sejumlah rekening sebagai bagian dari upaya global melawan kredit macet. Hal serupa telah dilakukan oleh sejumlah negara di Eropa.

Sementara Bank Sentral AS (Federal Reserve) secara cepat akan bertindak sebagai 'buyer of last resort' untuk surat-surat berharga komersial, utang korporasi jangka pendek yang penting bagi pasar finansial dan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tunai untuk operasionalnya.

"Langkah tersebut akan memulihkan kepercayaan publik di sistem kami dan mestabilkan likuiditas yang penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," demikian pernyataan bersama dari Menkeu AS Henry Paulson, Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke dan Ketua Federal Deposit Insurance Corp, Sheila Blair, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/10/2008)

Langkah yang diumumkan ini merupakan bagian dari paket penyelamatan US$ 700 miliar yang disetujui kongres dan diteken presiden Bush pada awal Oktober lalu.

Menurut seorang pejabat Depkeu AS, 9 bank yang akan ikut dalam program tersebut termasuk Citigroup, JPMorgan Chase dan Bank of America. Sementara sisanya yakni include Goldman Sachs, Morgan Stanley, Wells Fargo, Bank of New York Mellon, State Street dan Merrill Lynch akan segera diambil alih Bank of America dibawah program tersebut.

Ke-9 bank tersebut akan menerima US$ 125 miliar, yang merupakan bagian dari bailout US4 250 miliar. Sisanya akan diinvestasikan pemerintah AS ke bank-bank lain sebagai bagian dari rencana massal penyelamatan krisis finansial.

"Hari ini kita mengambil langkah tegas untuk melindungi perekonomian AS. Kita menyesal mengambil langkah-langkah ini. Langkah ini bukanlah merupakan apa yang kita inginkan, namun apa yang harus kita lakukan untuk memulihkan kepercayaan sistem finansial kita," kata Paulson.

"Pemerintah mengambil alih saham perusahaan swasta AS adalah tidak dapat diterima oleh kebanyakan masyarakat AS, termasuk saya," imbuh Paulson.

Sementara Presiden George Walker Bush mengatakan, langkah ini sangat penting untuk meningkatkan kepercayaan dan mencegah penurunan ekonomi.

"Kebijakan-kebijakan ini tidak ditujukan untuk mengambil alih pasar bebas, tapi untuk melindunginya," ujar Bush dalam pidatonya.

Langkah ini sempat direspons positif oleh pelaku pasar, dengan saham-saham di Wall Street kembali melonjak. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat menguat hingga 382,23 poin (4,07%) ke level 9.769,84 saat pembukaan.

Indeks teknologi Nasdaq juga menguat 46,40 poin (2,52%) ke level 1.890,65 dan Standard & Poor 500 menguat 19,04 poin (4%) ke level 494,55.

Namun selanjutnya, indeks Dow Jones kembali melorot 44,28 poin (0,47%) ke level 9.343,33, Nasdaq turun 44,98 poin (2,44%) ke level 1.799,27.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads