Demikian disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat kabinet di Kantor Setneg, Jalan Majapahit, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Sri Mulyani menjelaskan, ASEAN plus China, Korsel dan Jepang atau biasa disebut ASEAN Plus 3 sejak awal sepakat untuk mengumpulkan dana melalui 'Prakarsa Ching Mai'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah, dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN di Dubai, Uni Emirat Arab pekan lalu, diputuskan akan dibuat sebuah rincian proses yang sudah ada tertuang dalam kesepakatan awal pada pekan depan. Termasuk di dalamnya adalah jumlah dan mekanisme pengumpulan atau pooling dananya.
"Apakah di masing-masing bank sentral atau akan menjadi fund yang akan langsung digabung. Kemudian bagaimana cara menggunakannya, persyaratannya, mekanisme pengawasannya. Itu yang sedang dibahas dan akan dipercepat," kata Sri Mulyani
Kontribusi Indonesia di situ berapa? "Nanti jumlahnya saya tanya dulu ya," pungkas Sri Mulyani singkat.
Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo seperti dikutip dari Reuters mengungkapkan, 10 negara ASEAN plus Jepang, China, Korsel, ADB dan IMF akan berkontribusi dalam 'crisis fund' itu. Untuk tahap awal, Bank Dunia sudah berkomitmen untuk menyediakan US$ 10 miliar untuk 'Crisis Fund' itu.
Anusorn Tamajai, anggota Pokja Depkeu Thailand mengatakan, Presiden Arroyo kemungkinan mengumumkan rencana pembentukan 'Crisis Fund' tersebut berkaitan dengan kondisi di Thailand.
"Ini sepertinya akan bagus untuk wilayah ini dan ini merupakan rencana yang sudah dipelajari oleh Menkeu kita," ujarnya. (qom/ddn)











































