RI Siap Berpartisipasi dalam 'Crisis Fund' ASEAN

RI Siap Berpartisipasi dalam 'Crisis Fund' ASEAN

- detikFinance
Rabu, 15 Okt 2008 18:51 WIB
RI Siap Berpartisipasi dalam Crisis Fund ASEAN
Jakarta - Negara-negara ASEAN plus China, Jepang dan Korsel dibantu lembaga-lembaga multilateral akan membentuk 'Crisis Fund'. Indonesia sebagai bagian dari peserta 'Prakarsa Chiang Mai' akan ikut serta dalam pembentukan 'Crisis Fund' tersebut.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai rapat kabinet di Kantor Setneg, Jalan Majapahit, Jakarta, Rabu (15/10/2008).

Sri Mulyani menjelaskan, ASEAN plus China, Korsel dan Jepang atau biasa disebut ASEAN Plus 3 sejak awal sepakat untuk mengumpulkan dana melalui 'Prakarsa Ching Mai'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di situ semua negara ASEAN ada. Jadi sudah diatur berapa jumlahnya, cara pengumpulan dan penggunaannya bila ada salah satu negara anggota yang membutuhkan," jelasnya.

Nah, dalam pertemuan Menteri Keuangan ASEAN di Dubai, Uni Emirat Arab pekan lalu, diputuskan akan dibuat sebuah rincian proses yang sudah ada tertuang dalam kesepakatan awal pada pekan depan. Termasuk di dalamnya adalah jumlah dan mekanisme pengumpulan atau pooling dananya.

"Apakah di masing-masing bank sentral atau akan menjadi fund yang akan langsung digabung. Kemudian bagaimana cara menggunakannya, persyaratannya, mekanisme pengawasannya. Itu yang sedang dibahas dan akan dipercepat," kata Sri Mulyani

Kontribusi Indonesia di situ berapa? "Nanti jumlahnya saya tanya dulu ya," pungkas Sri Mulyani singkat.

Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo seperti dikutip dari Reuters mengungkapkan, 10 negara ASEAN plus Jepang, China, Korsel, ADB dan IMF akan berkontribusi dalam 'crisis fund' itu. Untuk tahap awal, Bank Dunia sudah berkomitmen untuk menyediakan US$ 10 miliar untuk 'Crisis Fund' itu.

Anusorn Tamajai, anggota Pokja Depkeu Thailand mengatakan, Presiden Arroyo kemungkinan mengumumkan rencana pembentukan 'Crisis Fund' tersebut berkaitan dengan kondisi di Thailand.

"Ini sepertinya akan bagus untuk wilayah ini dan ini merupakan rencana yang sudah dipelajari oleh Menkeu kita," ujarnya. (qom/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads