Selama triwulan III-2008, perbankan juga masih menghindari penyaluran kredit untuk sejumlah sektor yakni:
- Sektor industri pengolahan, khususnya industri tekstil atau garmen dan industri pengolahan kayu. Hal ini disebabkan oleh tingkat persaingan usaha dengan produk tekstil impor yang berasal dari China. Sementara penyaluran kredit kepada industri pengolahan kayu dihindari karena terkait dengan upaya menghindari illegal logging.
- Sektor bangunan atau properti khususnya mall karena dinilai sudah oversupply sehingga berisiko tinggi.
Demikian survei perbankan untuk triwulan III-2008 seperti dikutip detikFinance dari situs BI, Kamis (16/10/2008).
Berdasarkan survei tersebut, mayoritas responden masih cukup optimistis untuk penyaluran kredit investasi triwulan IV-2008. Mereka memperkirakan penyalurannya masih akan meningkat dengan angka netto tertimbang sebesar 90,9%, meningkat dibandingkan triwulan III-2008 sebesar 84,2%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping itu, perbankan diperkirakan semakin selektif menyalyrkan kredit atau pembiayaannya pada subsektor transportasi untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan risiko akibat kenaikan harga BBM pada triwulan IV-2008. (qom/ddn)











































