Hal ini dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Jumat (15/10/2008).
"Saya lihat dalam 1-2 hari terakhir ini yield (tingkat imbal hasil) SUN kita membaik kok. Meskipun hanya beberapa basis poin saja turunnya. Sekarang ini ada yang 13%, dan juga ada yang 14%," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini juga ikut berpengaruh pada pasar SUN kita, meskipun secara fundamental sebenarnya tidak ada yang berubah, seperti perekonomian kita masih baik, dimana pertumbuhan ekonomi masih baik, APBN kita juga masih baik, jadi memang ini tidak fundamental. Tapi seandainya yield SUN kita di pasar naik, menurut saya itu temporer," katanya.
Mengenai kesepakatan antara pemerintah dan DPR yang akhirnya menurunkan target penerbitan SUN neto di 2009 sebesar Rp 48 triliun lebih sehingga menjadi Rp 54 triliun, Rahmat menyambut positif.
"Itu bagus, tekanan pasar bisa berkurang, crowding out juga makin kecil, ini akan membuat suasana pasar menjadi lebih baik, kemudian biaya (cost of fund) pemerintah juga makin terkendali," ujarnya.
Dikatakannya dengan penerbitan SUN yang lebih kecil, pasar semakin confidence dengan pemerintah, apalagi RAPBN 2009 sudah memperhitungkan hal ini dengan beberapa alternatif pembiayaan defisit di luar SUN. (dnl/ir)











































