Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany mengatakan pihaknya akan melihat apa indikasi analis JP Morgan mengeluarkan pernyataannya. "Iya makanya kita mau lihat dan cek dulu. Kita kan belum tahu apakah itu rumor," imbuhnya ketka ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (17/10/2008).
Memang meskipun analisnya mengeluarkan pernyataan untuk menghindari SUN RI, namun ternyata JP Morgan juga masih membeli SUN pemerintah di pasar. Fuad mengatakan pihaknya akan melihat apakah ada kejanggalan terhadap pernyataan yang dikeluarkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk masalah ini, Fuad mengakui agak sulit untuk membuktikan apakah JP Morgan bersalah, karena dalam pasar modal adalah hal biasa jika broker memberikan rekomendasinya.
"Jadi untuk membuktikan konspirasi, kita bisa lihat keterkaitan analis tersebut dengan investor JP Morgan, bukan JP Morgan-nya tapi antara si analis sama si investornya, namun itu juga kan tidak gampang, kita tidak bisa menangkap orang sembarangan. Jadi sebagai penyidik kita memakai azas praduga tak bersalah," tuturnya.
Sementara itu Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto mengatakan berkaitan dengan pernyataan analis JP Morgan yang mengatakan hindari SUN Indonesia.
"Investor asing itu salah satu tujuan investasinya adalah Indonesia, tidak ada yang berubah. Bahkan kepemilikan asing kita tahu dari awal tahun 2008 sampai saat ini jumlahnya meningkat," katanya.
Saat ditanya apakah dengan pernyataan tersebut pemerintah akan mem-black list JP Morgan sebagai underwritter SUN, Rahmat tidak menjawab hal ini.
"Yang jelas kita punya kriteria untuk setia penunjukkan underwritter. Dia (underwritter) itu harus bisa mengedepankan prinsip governance dan pemerintah punya kepercayaan kepada institusi tersebut, ini untuk semua institusi ya," katanya.
(dnl/qom)











































