Bank Prancis Kebobolan Rp 7,7 Triliun Saat Kejatuhan Pasar Saham

Bank Prancis Kebobolan Rp 7,7 Triliun Saat Kejatuhan Pasar Saham

- detikFinance
Sabtu, 18 Okt 2008 15:29 WIB
Bank Prancis Kebobolan Rp 7,7 Triliun Saat Kejatuhan Pasar Saham
Paris - Salah satu bank terbesar Prancis, Caisse d'Epargne mengalami kerugian besar hingga 600 juta euro atau US$ 808 juta (Rp 7,7 Trilun) akibat transaksi derivatif pada bulan lalu. Kasus tersebut membuat pemerintah Prancis berang dan memerintahkan audit untuk seluruh bank.

Kabar kerugian ini muncul bersamaan setelah Direktur Caisse d'Epargne menyetujui rencana merger dengan Banque Populaire, sehingga menciptakan bank ritel terbesar kedua di Prancis. Namun manajemen kedua perusahaan itu menegaskan, masalah kerugian ini tidak akan menggagalkan rencana merger kedua bank.

Juru bicara Caisse d'Epargne mengatakan, kerugian itu disebabkan oleh sebuah 'Tim Kecil' yang telah dihukum karena melebihi batas risiko perdagangan. Julien Carmona, asisten kepala keuangan bank itu juga telah dipecat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena gejolak yang sangat ekstrim dan kehancuran di pasar saham pada 6 Oktober lalu, Caisse d'Epargne mengalami insiden di pasar derivatif," demikian pernyataan bank tersebut seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/10/2008).

Seperti dikutip dari AFP, para penyelidik telah mendatangi kantor pusat Caisse d'Epargne untuk mencari tahu apakah bank tersebut telah menggunakan dana simpanan publik dalam sebuah transaksi berisiko dengan melebihi batasan. Jika terbukti, maka bank tersebut akan menghadapi denda hingga 5 juta euro.

Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde selanjutnya meminta audit khusus untuk seluruh institusi perbankan di Prancis.

"Saya terutama sekali merasa frustasi dan berkecil hati karena ini harus terjadi. Kabar tentang kerugian ini datang pada saat yang tidak tepat," tegas Lagarde.

Menurut sumber dari dalam bank tersebut, para pialang Caisse d'Epargne tidak menghormati aturan pembatasan besarnya transaksi yang bisa mereka investasikan di pasar derivatif, meskipun mereka sebenarnya sudah diperingatkan tentang bahayanya transaksi tersebut karena kondisi pasar.

Bank tersebut yakin masalah kerugian transaksi ini tidak akan mempengaruhi stabilitasnya.

"Dengan melihat level modal kita yang lebih dari 20 miliar euro dan tingginya tingkat likuiditas, maka kerugian iini tidak akan mempengaruhi soliditas bank dan tidak mempengaruhi nasabah," demikian pernyataan dari Caisse d'Epargne.

Caisse d'Epargne saat ini memiliki 27 juta nasabah, dimana 24 juta diantaranya menggunakan produk tabungan yang populer yakni "Livret A". Bank tersebut memiliki 51.500 karyawan. Total simpanan nasabah mencapai 358 miliar euro per akhir 2007. Pada semester I-2008, laba bersih bank ini turun 98,5% menjadi 21 juta euro.

Sementara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy menyebut situasi ini 'tidak dapat diterima'. Seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (18/10/2008) Sarkozy disela-sela pertemuan Uni Eropa-Kanada menyatakan bahwa siapapun yang bertanggung jawab atas masalah bank itu harus menanggung konsekuensinya.

Pembobolan ini sekaligus mengingatkan semua pihak akan kasus pembobolan di bank Prancis, Societe Generale beberapa waktu lalu. Bank terbesar kedua Prancis itu menyalahkan pialang juniornya, Jerome Kerviel atas kerugian tersebut.




(qom/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads