Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Asosiasi Perasuransian Indonesia Mira Siharti di sela-sela acara Peluncuran Kampanye Mari Berasuransi di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Sabtu (18/10/2008) malam.
"Saat ini jumlah pemegang polis asuransi di Indonesia baru 15 persen. Dengan adanya Kampanye Mari Berasuransi ini diharapkan jumlahnya bisa meningkat," jelasnya. Sayangnya, Ia tidak merinci berapa target pertumbuhannya.
Ia mengatakan, untuk lebih mendukung pertumbuhan asuransi, pemerintah harus banyak melakukan sosialisasi terhadap masyarakat agar lebih mengerti pentingnya memiliki asuransi.
"Selain memberi perlindungan terhadap individu, asuransi juga dapat meningkatkan infrastruktur dan tenaga kerja di hampir seluruh lapisan usaha. Hal tersebut perlu diperhatikan pemerintah agar ekonomi tetap berdenyut," tuturnya.
Menurutnya, kondisi ekonomi yang sedang bergejolak seperti ini menjadi momentum yang bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dalam mendorong pertumbuhan asuransi. "Saat kondisi tidak menentu, pemerintah seharusnya bisa mendorong masyarakat untuk tidak pasrah kepada nasib dan persiapkan masa depan," ujarnya.
(ang/lih)











































