Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) Evelina Pietruschka usai acara Peluncuran Kampanye Mari Berasuransi di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Sabtu (18/10/2008) malam.
"Tahun lalu pertumbuhannya sekitar 40 persen, tahun ini kira-kira bisa meningkat 44,9 persen," ujarnya.
Jumlah pemegang polis asuransi jiwa di Indonesia saat ini sudah mencapai 7,2 juta orang dengan total premi sekitar Rp 49 triliun. Dengan adanya peningkatan sebesar 44,9 persen berarti jumlah pemegang polis asuransi jiwa diharapkan bisa meningkat menjadi 10,4 juta orang.
Untuk lebih mendukung pencapaian target dan berkembangnya industri asuransi Indonesia, pihaknya akan meminta beberapa keringanan kepada pemerintah "Kita akan ajukan ke pemerintah beberapa treatment untuk industri asuransi, salah satunya menghilangkan mark to market," katanya.
Menurutnya, asuransi itu tidak bisa dilihat dengan potret jangka pendek karena lialibility-nya jangka panjang. "Masyarakat membeli premi kan bertahap secara jangka panjang sambil melihat rencana masa depan, itu yang akan kita sampaikan kepada pemerintah," ungkapnya. (ang/lih)











































