Padahal tekanan terhadap FBI semakin besar terutama sejak pemain-pemain besar dibalik kolapsnya keuangan Amerika seperti Fannie Mae and Freddie Mac, AIG dan Lehman Brothers ambruk.
Untuk itu, FBI berencana melipatgandakan jumlah agennya yang bisa menangani kejahatan keuangan dengan menambah ratusan agen di bidang tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak 2004 FBI sebenarnya sudah memperingatkan dugaan penipuan di sektor penggadaian (mortgage). FBI bahkan sudah sudah meminta dana tambahan pada pemerintahan Bush untuk menambah jumlah agen yang bisa menangani investigasi non-teroris seperti kejahatan ekonomi seperti ini. Namun setiap kali diusulkan, permintaan FBI selalu ditolak.
Berdasarkan data internal FBI, jumlah investigator kasus-kasus kerah putih telah berkurang sebanyak 625 orang atau sekitar 36% dari jumlah investogator pada 2001.
"Jelas sudah, kami merasakan dampak berpindahnya sumber daya manusia kami dari investigasi kriminal ke pengamanan nasional. Dalam kejahatan kerah putih, kami menitikberatkan pada target yang diduga memberikan dampak terbesar. Kami fokus pada penipuan-penipuan yang dilakukan perusahaan dengan dana jutaan dolar, dimana kami tidak hanya bisa mencegah tapi juga mengembalikan uang korban penipuan," kata Asisten Direktur FBI John Miller.
(lih/djo)











































