Menurut wakil ketua komisi XI Endin Sofihara, BI bisa menyuntikkan modal ke Bank Indover atau ada investor dalam negeri yang masuk untuk mengambil alih bank tersebut.
"Tadi belum ada keputusan Komisi XI, baru konsultasi. Tapi pendapat saya Indover itu sebaiknya dipertahankan kehidupannya, karena dia adalah satu-satunya bank Indonesia di luar negeri yang berbadan hukum Belanda. Jadi kehormatan betul buat BI," ujar Endin usai rapat konsultasi dengan BI terkait masalah Bank Indover di Dedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008) .
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
UU no 23 tahun 1999 pasal 77 tidak membolehkan BI memberikan penyertaan modal. Namun menurut Endin, BI masih dapat memberikan suntikkan modal asalkan DPR menyetujui.
"UU itu tidak bisa tanpa persetujuan DPR, kalau ada persetujuan DPR itu bisa," tuturnya.
Dalam rapat konsultasi kali ini, lanjut Endin, memang terjadi perdebatan soal keabsahan suntikan modal untuk Bank Indover itu.
"Yang tidak boleh itukan penyertaan modal. Tapi inikan dalam rangka penyelamatan Indover, bukan penyertaan. Artinya orang lagi sakitkan perlu diobati. Nanti kalau sudah sehat dijual lagi ngga jadi soal. Memang sampai akhir tahun ini BI dilarang untuk memiliki anak perusahaan," paparnya.
Mengenai opsi dijual ke investor strategis, menurut Endin saat ini sulit dilakukan mengingat bank tersebut kini masih terlilit masalah likuiditas.
Β
Mengenai sumber dana penyelamatan Indover dikatakan Endin harus dari anggaran BI. Dana penyelamatan juga tidak perlu mengganggu APBN, karena BI memiliki cadangan tujuan.
"Kalau diambil dari cadangan tujuan tidak akan mengganggu cadangan BI, tapi surplusnya akan berkurang. Kalau BI defisit dia tidak akan bisa menggunakan cadangan tujuan, cadangan tujuan hanya bisa dilakukan kalau dia surplus," katanya.
Menurut Endin, masalah Bank Indover ini akan dibahas lagi pada Rabu, 22 Oktober mendatang, termasuk mengundang pihak dari Bank Indover,
"Tapi yang jelas supaya memberikan ketenangan pasar uang Indonesia, kemudian juga jangan sampai kehormatan Indonesia dalam percaturan perbankan internasional jatuh," paparnya.
(dnl/qom)











































