"Kami informasikan bahwa BRI mempunyai exposure kepada Indover Bank, Nederland berupa money market dan syndication loan," kata Dirut BRI, Sofyan Basir dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/10/2008).
BRI tidak menjelaskan berapa dana yang terjebak di Indover tersebut. Namun Sofyan mengatakan BRI telah membentuk PPAP yang cukup cukup atas exposure tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menjelaskan, pengaruh gejolak keuangan di Amerika Serikat secara langsung tidak berpengaruh signifikan karena core business BRI lebih dari 80% disalurkan ke kredit mikro, kecil dan menengah yang berorientasi pada pasar dalam negeri.
"BRI juga lebih selektif dalam membiayai sektor korporasi dan sektor konsumer," katanya.
Kualitas portofolio kredit BRI pada triwulan II-2008 menunjukkan rasio kredit macet atau NPL yang turun dari 3,44% di akhir Desember 2007 menjadi 3,37%.
Bank Indover memiliki kekurangan likuiditas, dana pihak ketiganya (DPK) dinilai minim oleh bank sentral Belanda. Jika ingin beroperasi normal, maka Bank Indover perlu suntikan modal. Untuk Bank Indover yang berkantor di Hong Kong masih beroperasi normal.
Sementara Ketua Perhimpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) Agus Martowardojo meminta agar pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mencari jalan untuk menyelamatkan Bank Indover yang saat ini dibekukan oleh pengadilan Belanda. Apalagi sejumlah dana bank-bank BUMN ternyata tersimpan di anak usaha BI itu.
(ir/ir)











































