BI Belum Terima Surat Izin Akuisisi HSBC atas Bank Ekonomi

BI Belum Terima Surat Izin Akuisisi HSBC atas Bank Ekonomi

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2008 12:05 WIB
BI Belum Terima Surat Izin Akuisisi HSBC atas Bank Ekonomi
Nusa Dua - Bank Indonesia belum menerima permintaan dari Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited (HSBC) untuk mengakuisisi 88,89 persen saham Bank Ekonomi Raharja (Tbk).

"Saya baru dengar dari koran, Bank Ekonomi mau diakuisisi," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad di sela-sela seminar edukasi finansial di Laguna Resort, Nusa Dua, Bali, Selasa (21/10/2008).

HSBC melalui anak perusahaannya, HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited, telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 2,373,300,000 saham atau 88,89 persen saham Bank Ekonomi Raharja Tbk senilai US$ 607,5 juta (atau setara dengan Rp.2.452 per lembar saham) yang akan dibayar tunai dari sumber dana HSBC sendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Muliaman Hadad, merger atau akuisisi akan banyak terjadi di Indonesia. "Akan ada 5-6 bank yang berkurang jumlahnya, sekarang jumlah bank sudah turun, kemarin ada Bank Niaga dan Lippo kemudian ada Rabobank dan 2 bank lainnya bergabung," ujarnya.

Edukasi Keuangan


Sementara itu, Muliaman mengatakan masyarakat di Indonesia masih belum melek mengenai sektor keuangan.

"Level kemelekan finansial belum cukup tinggi, masih banyak yang belum memiliki akses ke bank. semakin banyak akses, kampanye edukasi finansial menjadi lebih efektif," ujarnya.

Padahal semakin melek finansial, maka nasabah akan semakin bertanggung jawab dalam mengambil keputusan keuangan, kemudian mereka sadar akan hak dan kewajiban serta risikonya.

Edukasi keuangan juga bisa dilakukan dengan melalui jalur kurikulum sekolah antara lain memberikan kursus bagi guru. "Kondisi di lapangan banyak murid yang lebih pintar daripada gurunya," ujarnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads