Hal ini dikatakan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Endin Soefihara ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
"Hari ini direksi Indover meluncur dari Amsterdam. Kita minta kepada mereka untuk menjelaskan berapa besar kebutuhan dana yang dibutuhkan untuk penyelamatan Indover, berapa besar jumlah liabilities atau kewajibannya saat ini, sehingga semuanya jelas," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada tanggal 7 Oktober 2008, Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/ DNB) menyatakan bahwa Pengadilan Belanda telah memutuskan untuk membekukan kegiatan operasional Indover Bank yang berkedudukan di Amsterdam. Sebelumnya, DNB telah melakukan komunikasi dengan Bank Indonesia selaku pemilik Indover Bank.
Bank Indover terpaksa dibekukan karena kesulitan likuiditas yang diperkirakan tidak akan terselesaikan dalam jangka pendek mengingat ketidakpastian yang tinggi atas berlangsungnya keketatan likuiditas di pasar uang global sehingga meningkatkan counterparty risk di pasar uang antar bank secara global.
Bank Indonesia sebagai pemegang saham tidak dapat melakukan tambahan dana kepada Indover Bank, karena sesuai dengan pasal 77 Undang-undang No. 23 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan No. 3 Tahun 2004 tentang Bank Indonesia, Bank Indonesia harus melakukan divestasi terhadap anak perusahaan, termasuk Indover Bank.
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2007, Bank Indover berhasil mencetak laba bersih hingga EUR 2,3 juta. Capaian ini cukup baik setelah tiga tahun berturut-turut sebelumnya mencetak rugi.
Dalam laporan keuangan tahun 2007, Bank Indover mengakui bahwa pada semester II-2007, sejumlah dislokasi dan gangguan likuiditas pasar telah mengganggu nilai dari portofolio investasinya, termasuk produk kredit terstrukturnya.
Laporan keuangan Bank Indover menyebutkan bahwa anak usaha BI tersebut memang memiliki portofolio investasi terstruktur seperti Credit Default Swaps (CDS), Credit-Linked Note (CLN) dan Collateralized Debt Obligation (CDO).
Nilai wajar dari CDS Bank Indover selama tahun 2007 dilaporkan mengalami kerugian hingga EUR 0,5 juta. Produk CDS inilah yang disebut-sebut sebagai salah satu pemicu krisis finansial dunia, yang berujung pada bangkrutnya lembaga-lembaga keuangan besar termasuk Lehman Brothers.
CDS merupakan surat berharga yang memberikan jaminan bayar kepada seorang pemegang obligasi. Produk-produk turunan dari CDS juga bermunculan, namun justru semakin menciptakan kekacauan di pasar.
Berdasarkan laporan keuangan Bank Indover adalah Dewan Supervisi yang diketuai Subarjo Joyosumarto, dengan anggota Goegoen Roekawan, PCM van der Voort van Zyp. Sementara jajaran manajemen adalah Nana Supriana (Managing Director) dan Chairi Hakim (Managing Director).
(qom/ir)











































