Bank BUMN Ramai-ramai Tarik Dana di Indover Sebelum Dibekukan

Bank BUMN Ramai-ramai Tarik Dana di Indover Sebelum Dibekukan

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2008 16:35 WIB
Bank BUMN Ramai-ramai Tarik Dana di Indover Sebelum Dibekukan
Jakarta - Pemerintah, Bank Indonesia dan DPR kini sedang pusing memikirkan nasib Bank Indover. Sebelum anak usaha Bank Indonesia (BI) itu dibekukan, ternyata sejumlah bank BUMN secara serentak menarik dananya di Bank Indover. Ada apa?

Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Endin Soefihara, penarikan dana oleh bank-bank BUMN di Bank Indover secara bersamaan itu terjadi pada 6 Oktober 2008.

"Secara mengejutkan bank-bank BUMN serentak menarik dananya di Indover, ini ada apa? Kemudian pada hari itu ada penarikan sebesar 100 juta euro yang tidak bisa dipenuhi Indover, lalu Indover mencari kreditur dari perbankan di Eropa tapi karena situasi krisis keuangan dan likuiditas yang kering, bank di Eropa tidak bisa memberikan kredit pada Indover. Biasanya itu perputaran uang di sana rata-rata 120 juta euro per hari," papar Endin ketika ditemui di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Selasa (21/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan kondisi itu, Endin mengatakan Bank Sentral Belanda kemudian menyatakan bisa memberikan likuiditas kepada Indover asalkan ada jaminan dan diketahui oleh Bank Indonesia sebagai pemegang saham Indover.

"Saat itu BI dalam dilema, apakah boleh menyuntikkan dana ke Indover karena terbentur UU BI dan trauma masa lalu, akhirnya BI tidak bisa memenuhi itu. Lalu seluruh direksi Indover menghadap Pengadilan Belanda dan diputuskan untuk diserahkan kepada 2 kurator administrator yang satu di bidang hukum dan satu lagi bidang finansial, dan dilakukanlah pembekuan usaha," ungkapnya.

Pada tanggal 7 Oktober 2008, Bank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/ DNB) menyatakan bahwa Pengadilan Belanda telah memutuskan untuk membekukan kegiatan operasional Indover Bank yang berkedudukan di Amsterdam.

Oleh karena itu, saat ini BI harus mencari jalan keluar untuk menyelesaikan seluruh kewajiban Indover yang saat ini besarannya adalah Rp 6 sampai 7 triliun atau sekitar 500 juta euro.

Pemerintah dan BI sebelumnya pada Jumat (18/10/2008) dan Senin (20/10/2008) sudah berkonsultasi ke DPR untuk mencari jalan terbaik bagi upaya penyelesaian Bank Indover.

Menurut Endin, saat ini nilai aset Indover yang mencapai 700 juta euro harus segera diselamatkan agar tidak dijual murah untuk melunasi kewajiban-kewajiban Indover kepada kreditur.

"Tapi sebenarnya DPR sudah minta Indover didivestasi sejak 2004," imbuhnya.

Endin menambahkan, BI harus segera mengambil keputusan soal Indover pada pekan ini apakah akan menyelamatkan atau melikuidasinya.

"Pokoknya akhir minggu ini harus sudah selesai bagaimana langkah atau posisi BI apakah BI akan hands up (menyerah) atau menyelamatkan Indover. Jika tidak ada keputusan maka pengadilan Belanda akan memutuskan Bank Indover pailit," ujarnya.

Endin mengatakan, dirinya sebenarnya menginginkan BI melakukan langkah penyelamatan Indover, meskipun dari sisi keuangan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) menyarankan agar Indover dilikuidasi karena bisnisnya yang tidak prudent.

"Tapi ini masalah harga diri, Indover adalah satu-satunya bank berbadan hukum asing dan beroperasi di luar negeri. Aset Indover sangat besar 700 juta euro, kalau sampai Indover bangkrut tingkat kepercayaan dunia terhadap BI bisa hancur," tuturnya.

Menurut Endin jika Indover dilikuidasi maka citra BI sebagai pemegang otoritas moneter dan perbankan Indonesia akan hancur. "Coba bayangkan kalau pengatur perbankan di Indonesia ternyata tidak bisa mengurus bank yang menjadi anak usahanya," katanya.

Apalagi dikatakan Endin banyak dana-dana bank BUMN yang disimpan dan sekarang tersangkut di Indover karena pembekuan Indover.

"Bahkan bukan bank BUMN saja, BPD (Bank Pembangunan Daerah)Β  juga, besarannya bervariasi ada yang 60 juta euro, US$ 25 juta dan sebagainya," ujarnya.

Endin mengatakan alasan bank-bank tersebut menyimpan uangnya di Indover berkaitan dengan transaksi perbankan.


"Untuk L/C ekspor dan money market, kan eksportir butuh bank untuk transaksi internasional dimana Indover bertindak sebagai koreponden bank," imbuhnya.

(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads