Lippo Bank telah menerima surat pemberitahuan dari Bank Indonesia bahwa pada tanggal 7 Oktober 2008, Indover dibekukan oleh otoritas Belanda.
BI juga meminta Lippo Bank untuk mengajukan klaim secara langsung kepada administrator Indover di Amsterdam serta melaporkan perkembangan penyelesaian penempatan tersebut kepada Bank Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lippo Bank bersama-sama bank lainnya yang terkena dampak pembekuan Indover telah menyampaikan masalah ini kepada Perbanas agar segera diselesaikan oleh Bank Indonesia dengan baik.
Bank Kesawan dan Bank Agro Bebas dari Subprime
Sementara itu Bank Kesawan dan Bank Agroniaga mengaku tidak mempunyai eksposure atau penempatan kepada lembaga-lembaga keuangan yang bermasalah seperti Lehman Brothers, Merrill Lynch, Goldman Sachs, dan Morgan Stanley.
"Oleh sebab itu hampir tidak ada pengaruh langsung subprme terhadap perseroan," ujar Corporate Secretary Bank Agroniaga Hirawan Nur Kustono.
Namun Hirawan menuturkan secara tidak langsung, kondisi perseroan terpengaruh oleh ketatnya likuiditas di pasar sehingga suku bunga pasar meningkat.
"Peningkatan suku bunga tersebut dalam jangka panjang dapat mempengaruhi penyerapan kredit sektor riil," ujarnya.
Hirawan mengkhawatirkan untuk sektor agrobisnis dimana perseroan memiliki portofolio kredit yang dominan, dikhawatirkan akan terjadi perlambatan penyaluran kredit karena turunnya harga komoditas dunia.
Dirut Bank Kesawan Dinno Indiano menuturkan Bank Kesawan juga tidak memiliki exposure atas lembaga keuangan yang kini bermasalah.
"Tidak ada pengaruh baik langsung maupun tidak langsung dari gejolak pasar keuangan di AS terhadap kinerja keuangan dan kinerja Bank Kesawan," ujarnya.
(ddn/ir)











































