Laba sebelum pajak CIMB Niaga per 30 September mencapai Rp 842 miliar atau naik 8,5 persen dari Rp 776 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih mencapai Rp 590 miliar.
"Dalam kondisi pasar keuangan global yang sulit sekarang ini, kami sangat beruntung Bank CIMB Niaga dan CIMB Group tidak memiliki eksposur pada aset yang bermasalah seperti aset subprime, mortgage dan collaterallised Debt Obligations (CDO)," jelas Finance, Planning and Risk Management Director CIMB Niaga Tay Un Soo dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Kamis (23/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan peringkat idAA-/stable yang diberikan Pefindo, mencerminkan posisi keuangan Bank CIMB Niaga yang sehat dan memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang," ujar Tay.
Sementara mengenai proses merger dengan Bank Lippo, diharapkan proses merger secara hukum diharapkan dapat selesai pada November 2008 dan proses dari integrasi keseluruhan bisnis bank baru ini diharapkan dapat selesai pada akhir 2009. (ddn/qom)











































