Hingga kini tak satu pun importir Belanda maupun eksportir Indonesia yang kesulitan bertransaksi dagang terkait pembukaan letter of credit atau L/C, karena mereka tidak menggunakan jasa Bank Indover.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia (GPEI) Totok Dirgantoro saat dihubungi detikFinance, Jumat (24/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diakuinya nilai ekspor Indonesia ke Belanda tidak terlalu besar karena Belanda termasuk negara kecil, yang justru permintaan ekspornya ke Indonesia masih rendah dibanding negara-negara tetangganya di Eropa.
Selama ini Indonesia banyak mengekspor beberapa produk unggulannya ke Belanda seperti rempah-rempah, furnitur, kayu, garmen dan lain-lain.
Ia juga tidak sependapat, mengenai rencana langkah BI menyuntikan dana ke Indover karena seharusnya dana tersebut bisa digunakan untuk pengembangan sektor riil, perbaikan infrastruktur dan lain-lain.
"Dari pada disuntik buat Indover sebesar Rp 7 triliun, lebih baik buat sektor riil," serunya.
Sebelumnya Gubernur BI Boediono mengatakan bahwa likuidasi Bank Indover bisa berdampak luas ke sektor lain, khususnya masalah arus dana yang masuk ke Indonesia termasuk dalam hal ekspor maupun impor barang. (hen/ir)











































