Hal ini dikatakan oleh Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo ketika ditemui di kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (24/10/2008).
"Ditabrak krisis kan, jadinya sibuk semua orang BI. Tapi sudah ada target-target yang sedang kita siapkan, diantaranya yang secara teknis sedang diselesaikan dengan BI terkait Treasury Single Account (TSA) untuk penerimaan. Kan syaratnya TSA jalan baru berhitung renumerasi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai Januari-lah. Besarannya kita belum tahu. Mulai jalan nanti tergantung skema yang disepakati, jenis-jenis rekening apa saja, kapan berlaku, dan kapan uang harus sudah masuk apakah bulanan atau bagaimana masuk ke bunganya," jelasnya.
Sementara mengenai besaran bunganya, Herry mengatakan pemerintah menginginkan basis perhitungannya adalah BI Rate.
"Kita maunya BI Rate, kan bisa plus minus. Kita bukan semata-mata mencari pendapatan, tapi dalam rangka koordinasi dengan BI. Minimal ada tambahan, minimal tidak terlalu rendah. Kalau terlalu rendah bisa saja BI Rate minus berapa persen. Kita bicara untuk tahun depan. Kita mau setinggi-tingginya di atas BI Rate. Tapi itu tawaran-tawaran," paparnya. (dnl/ir)










































