Keputusan itu diambil Bank Sentral Korea dalam pertemuan yang tidak terjadwal pada Senin (27/10/2008), di tengah tekanan pasar finansial yang kini menghantam Asia.
Seperti dikutip dari Reuters, ini adalah penurunan suku bunga terbesar yang dilakukan oleh Bank of Korea, semenjak mengadopsi suku bunga kunci seperti halnya BI Rate, pada tahun 1999.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan pada Senin ini, saham-saham di Korea kembali merosot, dengan indeks KOSPI turun 5,4 poin (0,58%) ke level 933,35. Sementara won diperdagangkan melemah tipis atas dolar AS ke level 1,438,5 dibandingkan sebelumnya di 14,5.
"Penurunan suku bunga ini mungkin akan memberikan dampak jangka pendak terhadap perekonomian lokal, namun investor sepertinya melihat langkah ini tidak cukup untuk meredam pelemahan pasar," ujar Choi Soon-Ho, analis dari Eugene Investment and Securities seperti dikutip dari AFP.
Bursa-Bursa Asia Masih Melemah
Selain Korsel, sejumlah bursa Asia masih bergerak melemah. Shanghai turun 45,02 poin (2,33%) ke level 1.887,35. Hang Seng juga turun 245,63 poin (2%) ke level 12.372,75.
Sementara IHSG di Bursa Efek Indonesia merosot tajam dalam 30 menit perdagangan, merosot hingga 81,250 poin (6,48%) ke level 1.164,156.
Namun bursa Tokyo bisa bangkit dari keterpurukan terendahnya dalam 26 tahun terakhir. Indeks Nikkei-225 menutup sesi I dengan kenaikan tipis 30,42 poin (0,40%) ke level 7.679,50. (qom/ir)











































