Rupiah pada perdagangan valas pukul 14.45 WIB, Senin (27/10/2008) sudah melemah 745 poin ke posisi 10.750 per dolar AS.
Division Head Bank NISP, Suryanto Chang dalam perbincangannya dengan detikFinance, Senin (27/10/2008) mengatakan, selain tingginya permintaan dan terbatasnya pasokan dolar AS, pelemahan rupiah juga dipicu oleh turunnya harga SUN.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah perlu melakukan tindakan riil agar tidak terjadi kecemasan di pasar SUN seperti melakukan pembelian kembali atau buy back.
"Seperti buy back saham, mungkin SUN juga perlu di-buy back agar harganya tidak terlalu jatuh dan itu juga bisa mengembalikan kepercayaan pasar," kata Suryanto.
Diakuinya, investor asing saat ini sedang melepas investasinya di negara-negara berkembang (emerging market) termasuk Indonesia. Akibatnya, investasi di Indonesia baik di pasar saham maupun SUN menjadi sasaran untuk mencairkan likuiditasnya.
Tingkat imbal hasil SUN rata-rata sudah naik dari sebelumnya 11-14%. Untuk obligasi 1 tahun yieldnya naik menjadi 15,240 atau naik 749 basis poin year to date, dan untuk SUN 15 tahun 16,894 persen atau naik 636 basis poin year to date. (ir/ddn)











































