Hal tersebut disampaikan Dirut BRI Sofyan Basir usai rapat tertutup dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/10/2008).
"Beberapa komoditas yang lampu kuning lampu merah kita tahan, ya kita akan bangun skala prioritanya di awal tahun supaya tahu arahnya kemana. Mana yang dibiayai skalanya seperti apa, ya gitu-gitulah. seperti juga ekspor, ekspornya kemana, kalau ke Timur Tengah kita biayai kalau ke AS tahan dulu," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kinerja BRI, menurut Sofyan krisis global tidak terlalu berpengaruh. BRI tidak merevisi target keuangannya tahun ini.
Sementara itu pelemahan nilai tukar rupiah juga tidak terlalu berpengaruh pada pengucuran kredit dalam bentuk valuta asing.
"Karena eksposurenya pada umumnya orientasi pada ekspor, kalau dolarnya tambah mahal lebih bagus buat para eksportir, ya mereka inginnya naik, supaya tambahnya ada. Kan harga komoditi turun jadi mungkin solusinya mengangkat harga pakai kurs," ujarnya. (ddn/qom)











































